9-des-kwi-r-702x336

PEKAN ADVEN II
Peringatan Wajib Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja (P)

Bacaan I: Yes. 40:25-31

Mazmur: 103:1-4.8-10;R:1a

Bacaan Injil: Mat. 11:28-30

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus: ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Renungan

Ketika hidup disesaki oleh beban yang berat, kedukaan, kecemasan, kesulitan tak teratasi, rasa frustrasi kerap menghampiri. Tidak jarang saat-saat seperti itu justru menjadi saat ”Tuhan tiada”. Bukan karena Tuhan tidak membantu, tetapi karena manusia lupa bahwa Tuhan ada bersamanya atau tak percaya bahwa Tuhan mampu menolong. Pendeknya, Tuhan tidak dilibatkan. Masalahnya, kuk kehidupan tidak selalu menjadi ringan ketika manusia menyangganya sendiri.

Melalui Nabi Yesaya, Allah mengingatkan kita akan kuasa-Nya yang lebih besar dari apa pun dan Ia sanggup menopang semua manusia di bahunya supaya beban mereka menjadi ringan. Yesus menegaskan hal itu dengan udangan-Nya yang indah: ”Datanglah kepada-Ku….” Ia mengundang kita untuk masuk ke dalam hati-Nya yang lembut dan penuh belas kasih.

Undangan ini juga mengingatkan kita bahwa masa Adven bukan sekadar menanti datangnya hari Natal. Lebih dari itu, Tuhan mengundang kita untuk mengambil bagian dalam belas kasih-Nya yang tak pernah henti dicurahkannya bagi semua manusia. Dalam persatuan dengan-Nya manusia ditopang dan disertai. Hal ini bukan berarti hidup kita akan tanpa beban atau masalah, melainkan Ia akan selalu menyertai dan memberi kita kekuatan untuk menghadapi setiap beban kehidupan.

Tuhan Yesus Kristus, cairkanlah hatiku yang beku dan lembutkanlah hatiku supaya aku mampu

Tinggalkan Pesan