sang-perwira-itu-percaya-bahwa-yesus-bisa-menyembuhkan-hambanya

PEKAN BIASA XXIV (H)
Pesta Nama Maria yang Tersuci
Santo Petrus Tarentasiensis

Bacaan I: 1Kor. 11:17-26

Mazmur: 40:7-10.17; R:1Kor 11:26b

Bacaan Injil: Luk. 7:1-10

Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihar­gainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: ”Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: ”Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: ”Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Renungan

Ada pepatah miring mengatakan, ‘Di mana dua atau tiga orang berkumpul, di situ ada konflik.” Hal ini sangat manusiawi dan itulah yang terjadi di dalam komunitas jemaat di Korintus. Ada perpecahan di antara mereka setiap kali mereka berkumpul untuk perjamuan Tuhan. Pengalaman konflik yang dialami umat di Korintus ini membuat Paulus berefleksi dan mengingatkan jemaat itu untuk menggali dan menyadari kembali makna persekutuan dan perjamuan yang bersumber pada perjamuan Yesus sendiri, dimana Ia membagi-bagikan Tubuh dan Darah-Nya. Perjamuan Yesus adalah perjamuan kasih, perjamuan yang mempersatukan dan menyelamatkan.

Yesus dalam Injil memuji iman sang perwira, yakni iman akan Yesus dan Sabda-Nya yang punya kuasa dan daya penyembuhan. Sang Perwira itu percaya bahwa Yesus bisa menyembuhkan hambanya. Ia juga percaya bahwa Yesus juga bisa menyembuhkan hambanya walaupun ia meminta para orang tua-tua Yahudi yang memohonkan ini pada Yesus. Dan dalam kerendahan hatinya, walaupun ia tidak bertemu Tuhan, ia percaya Tuhan Yesus mengabulkan permohonannya itu. Inilah iman sejati yang dipuji Yesus. Sang perwira sesungguhnya sudah bersatu dengan Yesus, menjalin persekutuan mesra dengan Yesus, di dalam hatinya. Inilah dasar keselamatan itu terjadi, yakni persekutuan sejati atas dasar iman yang sejati pula. Apakah kita juga punya iman sebesar ini?

Ya Tuhan, semoga kesatuan dengan Yesus, Putra-Mu, dalam Ekaristi, selalu mendorong dan menyemangatiku dalam mewujudkan kesatuan yang menyelamatkan di antara sesama. Tambahkanlah imanku. Amin.

Tinggalkan Pesan