Kepala Yohanes

PEKAN BIASA XVII (H)
Santo Petrus Krisologus; Santo Yustinus de Yakobis;
Santo Abdon dan Senen; Santa Yulita dr Kaesarea

Bacaan I: Yer. 26:11-16.24

Mazmur: 69:15-16.30-31.33-34; R:14

Bacaan Injil: Mat. 14:1-12

Sekali peristiwa sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya: ”Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: ”Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: ”Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

Renungan

Yeremia ditangkap. Dia diadili oleh para imam dan nabi palsu. Akibatnya, yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar. Itu terjadi karena raja yang memimpin tidak bijaksana, tidak mendengarkan bisikan Allah.

Hal yang sama terjadi pada Yohanes Pembaptis. Dia nabi benar. Dia mengkritik raja Herodes, yang kawin dengan Herodias, istri saudaranya sendiri, Raja Filipus. Kritikan ini membuat Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia masih takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi yang menyuarakan kebenaran. Keinginan ini tercapai ketika dia berulang tahun. Dia bersumpah di depan orang banyak, bahwa dia akan mengabulkan apa saja yang diminta oleh Salome, putri tirinya, yang ternyata meminta kepala Yohanes Pembaptis. Akibat sumpahnya, kepala Yohanes Pembaptis harus dipenggal. Karena ketidakbijaksanaannya sebagai raja, orang lain jadi mati konyol. Orang baik mati di tangan orang yang tidak bijaksana.

Kita juga sering bertindak tidak bijaksana. Kadang kita lebih mengedepankan emosi sesaat. Marah, kecewa, benci, irihati atau dendam, sering mewarnai keputusan kita. Akibatya orang lain menderita karena tindakan kita yang bodoh. Marilah kita mohon agar kita dapat bertindak bijaksana dan tidak mudah menghakimi hanya karena emosi sesaat saja.

Ya Tuhan, berilah aku rahmat-Mu agar aku setiap saat dapat mengendalikan emosiku, terlebih saat memutuskan kehidupan orang lain dengan bijaksana. Amin.

 

Tinggalkan Pesan