JesusTeachesPeopleByTheLake_Tissot (1)

PEKAN BIASA III (H)
Peringatan Wajib Santo Tomotius dan Titus; Santa Paula;
Santo Stefanus Harding; Santo Robertus Molesmes

Bacaan I: 2Sam. 6:12b-15.17-19

Mazmur: 24:7.8.9.10; R:8a

Bacaan Injil: Mrk. 3:31-35

Sekali peristiwa, datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat Ia sedang mengajar. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Yesus. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: ”Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: ”Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Renungan

Manusia boleh merencanakan, namun Tuhanlah yang menentukan. Sumber segala berkat dalam kehidupan berasal dari Allah. Ingat terhadap Allah dan hukum hukum-Nya mendatangkan sukacita dan berkat. Lupa akan Allah dan hukum-hukum-Nya menjauhkan kita dari segala berkat dan kegembiraan. Orang Israel, khususnya sisa kecil yang setia, selalu ingat akan Allah dan hukum-hukumNya. Mereka diperkenankan memasuki tanah terjanji. Siapa sesungguhnya bangsa pilihan? Bangsa yang setia dan melaksanakan Perintah Allah telah menjadi bagian dari bangsa pilihan Allah.

Yesus mengatakan kepada para pendengar-Nya bahwa Ia hadir ke dunia untuk segala bangsa. Ia datang bukan hanya untuk keluarga-Nya saja, juga bukan hanya untuk orang-orang Israel, tetapi untuk segala bangsa dan segala zaman. Kehadiran dan pewartaan-Nya ditujukan untuk semua orang yang menghendaki damai sejahtera dan keselamatan. ”Siapa saja yang melakukan kehendak Allah,” tandas Yesus, ”dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudari-Ku perempuan, dialah Ibu-Ku”.

Apakah kita sudah berusaha menjadi saudari perempuan, saudara laki-laki, dan menjadi Ibu Yesus? Kebahagiaan kita tak akan abadi, dan sia-sia semua apa yang kita miliki saat ini, jika Tuhan tidak hadir dan tinggal di dalam diri kita, dalam keluarga dan komunitas kita.

Ya Allah, bukalah hati dan pikiranku agar siap sedia menjadi pelaku firman-Mu dalam hidup dan karyaku setiap hari. Amin.

Tinggalkan Pesan