Menjadi-penjala-manusia-702x336

PEKAN BIASA I (H)
Santo Aleksander; Santo Petrus Balsamus;
Santo Teodorus Cenobiarch

Bacaan I: 1Sam. 1:1-8

Mazmur: 116:12-13.14.17.18-19; R: 17a

Bacaan Injil: Mrk. 1:14-20

Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: ”Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Renungan

Dalam Perjanjian Lama, kelahiran Samuel juga direncanakan dan dipersiapkan Allah. Allah menyertai dan menyelenggarakan semuanya dengan baik sampai Samuel dipanggil untuk menjadi nabi bagi Bangsa Israel. Sebagaimana Samuel, setiap orang dipanggil untuk misi dan tugas tertentu di dunia ini. Yohanes Pembaptis juga dipanggil dan digunakan Allah untuk mempersiapkan kedatangan Yesus.

Seruan dan ajakan Yohanes kepada segenap orang Israel untuk bertobat, yakni bahwa sesungguhnya Kerajaan Allah sudah dekat kepadamu, kini menjadi terpenuhi saat kedatangan Yesus di tengah mereka. Yesus tampil di Galilea dan Ia menegaskan ajakan Yohanes Pembaptis  tersebut: ”Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk. 1:15).

Yesus kembali menyadarkan pendengar dan para rasul bahwa waktunya telah genap. Saat keselamatan telah tiba. Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang berdosa jika mereka percaya dan ingin mengubah hidupnya.

”Mari ikutlah Aku, kamu akan kujadikan penjala manusia.” Yesus memilih dan mengajak beberapa orang untuk menjadi tim sekerja-Nya dalam mewartakan Kerajaan Allah dan Kabar Gembira kepada segala bangsa. Bekerja dalam tim menjadi kekuatan yang digunakan Yesus untuk memenangkan hati dan jiwa banyak orang. Sudahkah kita mendengarkan ajakan Yesus untuk menjadi pewarta kabar gembira dan penjala manusia di lingkup kerja kita masing-masing?

”Ya Yesus, jadikanlah aku penjala manusia yang mampu memberikan kedamaian dan kegembiraan sejati bagi semua orang yang aku layani. Semoga semakin banyak orang yang percaya kepada-Mu dan mau menjadi penjala manusia untuk keselamatan jiwa banyak orang. Amin.

Tinggalkan Pesan