Penampungan Tunawisma d Termini Roma

“Yesus tidak dilahirkan oleh seorang putri raja di istana, melainkan dilahirkan dalam kerendahan hati oleh seorang gadis muda yang sederhana, yang hidup di pinggiran Kekaisaran Romawi. Dengan kerendahan hati pula Yosep mengambil Maria sebagai istrinya, meskipun muncul gosip dan fitnah seputar kehamilannya,” demikian Paus Fransiskus saat kotbah Misa pembukaan Pintu Suci penampungan tunawisma baru di Stasiun Kereta Api Yohanes Paulus II, di Termini Roma.

Pembukaan Pintu Suci keempat untuk Yubileum Kerahiman itu dilakukan 18 Desember 2015 menyusul pembukaan Pintu Suci di Basilika Santo Petrus dan di Basilika Agung Santo Yohanes Lateran oleh Paus Fransiskus, serta Pintu Suci di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok oleh imam agung basilika itu, Kardinal James Harvey. Pintu Suci di Basilika Santa Maria Maggiore akan dibuka oleh Paus pada Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah, tanggal 1 Januari 2016.

Keputusan untuk membuka Pintu Suci Karitas di tempat penampungan tunawisma itu adalah sesuatu yang unik dalam Yubileum Kerahiman luar biasa itu. Keputusan itu dirancang untuk menekankan sentralitas karya konkret amal kasih dalam kehidupan Gereja.

Melanjutkan kotbah dalam Misa setelah pembukaan Pintu Suci itu, Paus Fransiskus mengatakan bahwa dengan demikian, “Tuhan tidak akan ditemukan di antara orang kaya dan orang yang berkuasa, melainkan di tempat yang tersembunyi di antara orang-orang yang paling membutuhkan, yang sakit, yang lapar, dan orang-orang dalam tahanan.”

Jalan menuju surga tidak dapat kalian bayar, Paus memperingatkan. Bahkan, lanjut Paus, pintu penampungan tunawisma itu dibukanya guna membuka hati semua orang Roma. Jalan keselamatan, tegas Paus, “tidak dapat ditemukan melalui kemewahan, kesombongan, kekayaan atau kekuasaan, melainkan melalui pelukan penuh kasih dan pengampunan Allah.”

Sementara begitu banyak orang, yang ditolak oleh masyarakat, dibantu dengan datang melalui pintu itu, Paus mengatakan, semoga Allah memberikan kita semua rahmat untuk merasa ditolak dan memahami bahwa kita juga membutuhkan kerahiman Allah. (paul c pati berdasarkan Radio Vatikan)

Penampungan Tunawisma d Termini Roma (3)

Penampungan Tunawisma d Termini Roma (1)

Penampungan Tunawisma d Termini Roma (2)

Tinggalkan Pesan