Katolik dan Lutheran

Saat ini tatkala umat Katolik dan umat Lutheran berjalan bersama melayani orang miskin dan berkekurangan, mereka  harus saling meminta maaf atas skandal perpecahan di masa lalu. Itulah pesan Paus Fransiskus di hari Minggu 15 November 2015, saat mengunjungi Gereja Lutheran Injili Roma untuk ibadah malam.

Setelah menjawab pertanyaan dari beberapa anggota komunitas Lutheran, Paus berbicara tentang cara Yesus membimbing kita semua dengan cinta, seraya mendesak kita agar menempatkan pelayanan kepada orang miskin pada pusat kehidupan dan pelayanan.

Radio Vatikan melaporkan bahwa dalam pembicaraan tanpa persiapan itu, Paus Fransiskus juga mengenang penganiayaan yang saling dilakukan umat Katolik dan umat Lutheran di masa lalu, seraya mengatakan bahwa saat ini “kita harus meminta maaf dan melayani bersama, seperti Yesus memilih untuk melayani kita.”

Paus lalu berkata, “Mintalah kepada Tuhan agar membantu kita berjalan bersama melayani orang yang sangat berkekurangan, tanpa fokus pada apa yang memisahkan kita, tapi pada kebutuhan untuk mengatasi perbedaan-perbedaan.”

Dalam pesan tertulis kepada komunitas Lutheran, Paus Fransiskus juga berbicara tentang pentingnya doa bersama, liturgi bersama dan cara-cara lain yang membuat umat Kristen dapat beribadah bersama. Paus menyoroti pekan doa untuk persatuan umat Kristen di bulan Januari dan hari doa bagi ciptaan tanggal 1 September, “sebagai dua momen yang bisa membantu umat Katolik dan umat Lutheran meningkatkan langkah ekumenisme spiritual ini.”

Akhirnya Paus mengatakan adalah penting bahwa Gereja Katolik terus dengan berani dan jujur mengevaluasi kembali niat-niat Reformasi dan niat-niat Martin Luther khususnya, saat ia mengupayakan Gereja yang terus-menerus direformasi (‘Ecclesia semper reformanda‘).

Menurut Paus, dokumen bersama baru-baru ini ‘Dari Konflik kepada Persekutuan: Peringatan Lutheran-Katolik akan Reformasi di tahun 2017′ mengangkat refleksi ini dengan cara yang sangat menjanjikan.

Paus Fransiskus adalah Paus ketiga yang mengunjungi Gereja Lutheran Injili Roma. Sebelumnya oleh pendahulunya, Benediktus XVI, di bulan Maret 2010 dan oleh Yohanes Paulus II di bulan Desember tahun 1983, seraya merayakan 500 kelahiran Martin Luther. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

 

Keterangan foto dari AP: Paus Fransiskus berdoa bersama Pendeta Jens-Martin Kruse dalam kunjungan ke umat Lutheran Roma di hari Minggu 15 November 2016

 

 

Tinggalkan Pesan