23-Sept-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XXV (H)

Peringatan Wajib Santo Pandre Pio dari Pietrecina (P)
Santo Linus; Santa Tekla

Bacaan I: Ezr. 9:5-9

Mazmur: Tob. 13:20.4.6-8; R:1b

Bacaan Injil: Luk. 9:1-6

Sekali peristiwa Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan te­naga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyem­buhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk mem­beritakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuh­kan orang, kata-Nya kepada mereka: ”Jangan membawa apa-apa dalam per­jalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.

Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Renungan

Manusia punya kecenderungan untuk menimbun barang atau harta benda. Dengan mudah bisa kita buktikan hal ini. Banyak orang punya kebiasaan mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai karena khawatir suatu saat nanti akan bisa digunakan. Hasilnya adalah rumahnya penuh dengan barang-barang bekas. Hal ini mungkin menjadi kebiasaan kita juga. Kita bisa rasakan betapa susahnya ketika harus pindah rumah. Kita akan sakit kepala mensortir barang-barang yang tidak berguna dan mulai sibuk menjualnya atau membagi-bagi kepada orang lain.

Injil hari ini mengajar para murid agar dalam perjalanan tugasnya sebagai murid jangan terlalu membawa barang-barang berlebihan. Hidup harus ugahari, secukupnya saja, dan kita dituntut untuk tidak terikat pada semua barang duniawi. Hal ini tentu tidak mudah karena kadangkala dorongan manusiawi kita memang membeli barang baru, koleksi, dan mengumpulkan barang-barang yang kadang tidak berguna.

Pada akhirnya kita menghadap Tuhan tanpa membawa apa-apa. Kita tidak ditanya harta benda kita di pintu surga. Mungkin yang ditanya adalah sejauh mana kita sudah berbuat kasih kepada sesama.

Ya Bapa, ajarilah aku untuk lepas bebas terhadap ikatan duniawi dan hidup terarah pada kehendak-Mu. Amin.

 

Tinggalkan Pesan