11-Agsts-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XIX (H)

HUT Kongregasi OSC
Peringatan Wajib Santa Klara dari Assisi; Santa Susana

Bacaan I: Ul. 31:1-8

Mazmur: Ul. 32:3-4a.7-9.12; R:9a

Bacaan Injil: Mat. 18:1-5.10.12-14

Sekali peristiwa, datanglah murid-murid  kepada Yesus dan bertanya: ”Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barang siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.

Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Renungan

Kita, orang beriman, percaya bahwa Tuhanlah yang  memimpin hidup ini. Nabi Musa yakin akan hal ini juga, dan ia pun meyakinkan umat Israel agar percaya penuh kepada Tuhan. Setelah Musa wafat, Yosua meneruskan pula keyakinan itu kepada bangsa Israel. Dan keyakinan itu dapat kita baca dalam seluruh Kitab Suci.

Keyakinan itu ada juga dalam Gereja kita. Dalam kepemimpinan Paus, Uskup, pimpinan ordo/biara, kita percaya Tuhanlah yang memilih mereka. Dalam penggembalaannya, mereka juga yakin Tuhanlah yang membimbing mereka.

Dalam diri kita masing-masing, kita pun perlu yakin akan bimbingan Tuhan. Ini berarti kita perlu menjadi seperti anak kecil. Anak kecil selalu bergantung penuh pada orangtuanya dan memegang tangan orangtuanya ketika berjalan. Kita harus bergantung penuh pada Allah dan berjalan bersama Dia. Bila kita bekerja keras dengan usaha kita sendiri tanpa berkat Tuhan, usaha itu akan gagal atau tidak banyak hasilnya. Marilah kita menjadi orang beriman, membiarkan Tuhan memimpin jalan hidup kita.

Ya Tuhan, peganglah tanganku dan ubahlah hatiku agar menjadi seperti anak kecil: percaya dan bergantung penuh pada-Mu saja. Amin. 

 

 

Tinggalkan Pesan