8-Juli-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XIV (H)
Santo Eugenius III, Paus; Santo Andrianus III; Santo Prokopius;
Beato Gregorius Grassi, Marie Hermine, dkk.

Bacaan I: Kej. 41:55-57; 42:5-7a.17-24a

Mazmur: 33:2-3.10-11.18-19; R:22

Bacaan Injil: Mat. 10:1-7

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ”Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”

Renungan

Harta benda dalam hidup manusia kadang mempunyai fungsi ganda. Dengan harta, orang bisa melakukan kebaikan, tanpa harus mengais keuntungan di baliknya. Namun, harta benda kerap kali juga menjerat dan mengikat orang. Demi harta dan karena harta orang bisa mencederai hidup orang lain. Kisah Yusuf dari bacaan pertama cukup jelas melukiskan hal ini.

Yusuf menggunakan kepercayaan yang diberikan oleh Firaun kepadanya untuk berbuat baik; kepada rakyat Mesir yang menderita kelaparan dan kepada saudara-saudaranya yang juga datang kepadanya. Bisa saja kesempatan itu dipakainya untuk membalas dendam kepada saudara-saudaranya yang telah menjualnya, tetapi Yusuf tidak melakukannya. Ia malah berbelas kasih kepada mereka. Ia menggunakan harta untuk berbuat baik kepada saudara-saudaranya sendiri, yang dahulu membuangnya. Orang Mesir dan saudara Yusuf selamat dari situasi kelaparan karena tindakan Yusuf.

Dunia hunian kita sekarang ini tampaknya membutuhkan pribadi-pribadi yang mempunyai spirit seperti Yusuf. Suhu perpolitikan di tanah air, ketidakadilan di bidang ekonomi, sarana dan prasarana, membuat hidup banyak saudara tersandra oleh kemiskinan. Yang menarik, gerakan dan gebrakan yang berusaha untuk membantu yang kecil dan miskin justru menjadi proyek untuk memperkaya diri. Kalau harta dan duit habis, habis pula proyek dan aksi. Sebagai pengikut Kristus hendaknya kita memilih menjadikan harta benda sebagai sarana untuk  bersaksi tentang Kerajaan Allah yang diperuntukkan bagi semua orang. Jangan menyimpang ke hal-hal lain yang sifatnya hanya demi keuntungan dan kenikmatan pribadi. Karena untuk itulah kita dipanggil dan diutus.

Tuhan, ajarilah aku untuk memahami bahwa hidupku terlampau berharga untuk digadaikan dengan materi apa saja. Semoga aku menghargai hidup itu di atas segala-galanya. Amin.

 

Tinggalkan Pesan