Paus dengan para biarawati Timur Tengah

Paus Fransiskus menerima sekelompok kaum religius Karmelit dari Betlehem dan Suster-Suster Rosario dari Yerusalem, yang berada di Roma untuk menghadiri kanonisasi empat beata, dua di antaranya adalah orang-orang kudus atau santa-santa pertama dari Tanah Suci yakni Suster Mariam Baouardy dan Suster Marie Alphonsine Danil Ghattas.

Kedua suster dari abad ke-19 itu dikanonisasi dalam sebuah Misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Lapangan Santo, tanggal 17 Mei 2015.

Saat menerima para biarawati itu, 18 Mei 2019, Paus Fransiskus bukan hanya  berterima kasih atas peranserta mereka dalam perayaan kanonisasi itu tetapi mempercayakan mereka untuk menjalankan satu misi. “Berdoalah kepada orang-orang kudus baru itu untuk perdamaian di negeri kalian, sehingga perang yang tak berujung ini bisa berakhir dan ada perdamaian di antara bangsa-bangsa,” kata Paus.

Paus juga mendorong mereka untuk “berdoa bagi umat Kristen yang dianiaya, yang diusir keluar dari rumah-rumah mereka, dari tanah mereka, dan bagi para korban penganiayaan ‘dengan sarung tangan putih’ [dari kejauhan]: terselubung, tetapi itu terjadi.”

Bapa Suci berdoa Salam Maria dengan kaum religius perempuan itu untuk perdamaian di Timur Tengah. Sebelumnya Paus meminta mereka untuk banyak berdoa bagi perdamaian.

Banyak suster Karmelit dan Rosario yang hadir harus terbang dari Yordan ke Roma untuk menghadiri kanonisasi itu. Mereka menggunakan pesawat yang sama yang ditumpangi Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang juga datang bertemu Paus Fransiskus.

Maka dalam pertemuan di Ruang Klementinus dari Istana Apostolik itu, Paus Fransiskus sempat bercanda dengan para suster yang hadir dengan mengatakan bahwa presiden itu mengatakan kepada Paus bahwa penerbangan itu “penuh suster!” Paus pun tertawa setelah mengatakan “pilot yang malang.”

Paus Fransiskus dan Presiden  Mahmoud Abbas telah bertemu di Vatikan tanggal 16 Mei 2015. Dalam pertemuan itu keduanya berharap agar negosiasi damai antara Palestina dan Israel berlanjut kembali dan menghasilkan “keputusan-keputusan berani” untuk perdamaian, dengan dukungan internasional.

Sebuah pernyataan Vatikan melukiskan pembicaraan berjalan dengan “ramah” dan kedua pihak “menyatakan sangat puas dengan kesepakatan yang dicapai tentang teks perjanjian komprehensif mengenai aspek-aspek penting dari kehidupan dan aktivitas Gereja Katolik di Palestina, yang akan ditandatangani dalam waktu dekat.” (paul c pati berdasarkan Radio Vatikan dan Zenit.org)

Presiden Palestina

Misa Kanonisasi

Relikui-relikui dari orang-orang kudus baru dekat altar di Lapangan Santo Petrus

Keterangan foto dari atas:

1. Pertemuan Paus Fransiskus dengan para biarawati Karmelit Betlehem dan biarawati Rosario dari  Yerusalem di Vatikan

2. Pertemuan Paus Fransiskus dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Vatikan

3. Suasana Misa Kanonisasi empat suster termasuk dua suster dari Tanah Suci

4. Relikui-relikui orang-orang kudus baru diperlihatkan dalam Misa di lapangan Santo Petrus

Tinggalkan Pesan