obama-and-francis-laughing-reuters

Presiden AS Barack Obama berharap akan berbicara dengan Bapa Suci tentang isu-isu perubahan iklim hingga penganiayaan umat Kristen saat Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Amerika Serikat bulan September.

Bapa Suci akan diterima di Gedung Putih oleh Presiden dan Ibu Negara Michelle Obama tanggal 23 September 2015. Hari berikutnya, Paus akan memberikan sambutan dalam pertemuan bersama Kongres AS. Ini yang pertama kalinya dalam sejarah AS bahwa seorang Paus memberikan sambutan dalam Kongres.

Tanggal 25 September, Paus akan menuju New York dan memberikan sambutan dalam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Paus akan mengakhiri kunjungannya di Philadelphia. Di sana Paus akan menghadiri Pertemuan Keluarga se-Dunia.

Presiden Obama berbicara tentang kunjungan mendatang dari Paus Fransiskus dengan Gerald F Seib, Kepala Kantor (Bureau Chief) Washington dari Wall Street Journal, seperti dilaporkan oleh Junno Arocho Esteves dari Zenit.org di  Roma tanggal April 29, 2015.

“Saya pernah mendapat kehormatan bertemu dengan dia, seorang individu yang luar biasa, saya kira, seorang pemimpin transformatif, bukan hanya dalam Gereja Katolik tetapi di seluruh dunia,” kata Obama.

Ketika ditanya apa yang diharapkan Paus sampaikan kepadanya, Presiden AS mengatakan mungkin mereka akan mendasarkan pembicaraan pada isu-isu yang dibahas dari pertemuan terakhir mereka, termasuk kemiskinan dan perubahan iklim.

“Kami akan berbicara tentang perubahan iklim, saya yakin, karena dia sangat tegas mengatakan itu adalah bagian dari ajaran Gereja dan bagian dari iman saya adalah bahwa kita harus menjadi pelayan yang baik dari planet luar biasa yang diberikan kepada kita ini, dan ada langkah-langkah yang dapat diambil di sana, dan kalau terjadi perubahan iklim yang paling terkena dampaknya adalah orang-orang yang termiskin dari yang miskin, jika kita tidak membantu mengatasi masalah ini,” katanya.

Isu lain yang kemungkinan besar dibicarakan, menurut Obama, adalah perang dan penganiayaan terhadap orang Kristen di Timur Tengah.

“Kau tahu, saya kira, dia adalah orang yang pantas mengungkapkan kepedulian tentang berkurangnya konflik dan peperangan, termasuk di Timur Tengah, di mana orang-orang Kristen diserang dengan kejam,” kata Obama.

Presiden Obama mengatakan bahwa pemerintah AS berkonsultasi “sangat erat” dengan Gereja tentang bagaimana memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kaum minoritas agama dalam zona-zona perang. (pcp berdasarkan Zenit.org)

 

Tinggalkan Pesan