DSCN3879 (1)

Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM mengajak umat Paroki Santo Paulus Depok untuk meneladani sikap iman yang teguh seperti yang ditunjukkan oleh Pelindung Paroki, Santo Paulus, figur yang sangat gigih mempertahankan imannya dan memperluas Kerajaan Allah di berbagai negara dan dunia.

“Saya mengajak kita semua meneladani sikap iman Paulus yang setia, taat mewartakan Kabar Baik kepada semua orang,”’ kata Mgr Paskalis kepada sekitar 1000 lebih umat menghadiri Misa HUT ke-50 Paroki Santo Paulus Depok, tanggal 28 Juni 2014. Misa itu dipimpin Mgr Paskalis Bruno Syukur yang didampingi dua imam rekan paroki itu, Pastor Anton S Manurung OFM dan Pastor Alfons Suhardi OFM.

Perayaan syukur yang mengusung tema “Membangun Keluarga Katolik sebagai Pembawa Kabar Baik Sejati” itu dihadiri umat paroki serta 18 ketua wilayah, para ketua lingkungan, para ketua Bina Iman Remaja (BIR), Bina Iman Anak (BIA), Orang Muda Katolik (OMK), dan ketua-ketua kelompok-kelompok kategorial.

Mgr Paskalis Bruno dalam kotbahnya mengatakan bahwa Santo Petrus dan Santo Paulus adalah dua tokoh yang sangat militan dalam Gereja Katolik dan dalam mengikuti Yesus. “Kendati dalam mewartakan kabar baik dua tokoh ini menghadapi tantangan, namun keduanya tetap semangat mewartakan kebaikan itu kepada orang yang belum mengenal Tuhan Yesus,” kata uskup itu.

Mgr Paskalis mengajak seluruh umat Paroki Santo Paulus untuk memaknai perayaan HUT itu sebagai kesempatan meneguhkan iman kepada Yesus agar nama Yesus semakin dimuliakan. “Mari kita semua meneladani cara hidup Paulus dan Petrus yang sangat militan, bahkan Petrus menjadi sosok martir,”’ kata uskup itu.

Pastor Anton Manurung juga mengingatkan umat agar perayaan itu membuat mereka semakin kokoh dalam beriman kepada Yesus seperti sosok Petrus dan Paulus.

Perayaan HUT ke-534 Paroki Santo Paulus diisi juga dengan talk show, live-in biarawan-biarawati untuk promosi panggilan, pengobatan gratis, pementasan tari, pameran buku serta bazar. Perayaan puncak tanggal 29 Juni 2014 dirayakan dengan pesta umat yang bersama menyaksikan atraksi di depan gereja paroki .

Ketua panitia, Thomas Gunarto, mengatakan bahwa perayaan itu adalah kesempatan untuk menyatukan keragaman budaya dari umat yang berasal dari berbagai suku dari Sabang sampai Merauke.(Konradus R Mangu)

 

Tinggalkan Pesan