Dominikan Awam Dipanggil Mewariskan Kasih, Integritas, dan Kebenaran

PenaKatolik.Com | Peringatan Hari Semua Orang Kudus Ordo Pengkhotbah (Dominikan), 7 November, menjadi momentum bagi seluruh anggota Keluarga Dominikan untuk mengenang warisan iman para pendahulu sekaligus merefleksikan tanggung jawab meneruskan semangat kekudusan kepada generasi berikutnya. Bagi Dominikan Awam, warisan tersebut tidak selalu diwujudkan melalui karya besar atau bangunan megah, tetapi melalui kesaksian hidup yang menghadirkan kasih, integritas, dan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan President Chapter St. Dominikus, Fransiskus Edy, OP, dalam wawancara pada Sabtu (7/11/2026), bertepatan dengan perayaan Hari Semua Orang Kudus Ordo Pengkhotbah.

Menurut Edy OP, para kudus Dominikan terdahulu telah meninggalkan warisan iman melalui karya teologis, kehidupan spiritual, dan berbagai pelayanan yang memberikan sumbangan besar bagi Gereja. Warisan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Ordo Pengkhotbah.

Namun, panggilan Dominikan Awam pada masa sekarang memiliki ruang kesaksian yang khas, yakni menghadirkan nilai-nilai Injil di tengah kehidupan keluarga, pekerjaan, dan masyarakat.

“Jika para kudus Dominikan terdahulu meninggalkan warisan berupa karya teologis agung dan biara-biara yang megah, maka Dominikan Awam dipanggil untuk meninggalkan warisan berupa jejak kasih yang nyata, integritas moral di tempat kerja, keluarga yang berpusat pada Kristus, serta obor kebenaran (Veritas) yang menyinari kegelapan dunia modern,” ungkap Fransiskus Edy, OP.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa warisan kekudusan tidak semata-mata diukur dari kebesaran karya yang ditinggalkan, tetapi juga dari nilai-nilai kehidupan yang terus bertumbuh dan memberikan pengaruh bagi orang lain.

Bagi Dominikan Awam, kesetiaan terhadap iman perlu terlihat melalui tindakan konkret, baik dalam membangun hubungan dengan sesama, menjalankan tanggung jawab profesional, maupun mendidik keluarga berdasarkan nilai-nilai Kristiani.

DOKUMENTASI – Kegiatan 16-18 Oktober 2026 dengan agenda Retreat serta pembaharuan janji anggota, dalam foto ada Romo Samuel Sony Gunawan, OP.

Kekudusan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari

Peringatan 7 November merupakan Pesta Semua Orang Kudus Ordo Pengkhotbah, yang menghormati para anggota Dominikan, baik yang telah dikanonisasi maupun mereka yang tidak dikenal namanya, tetapi telah menjalani kehidupan dalam kesetiaan kepada Allah.

Dalam tradisi Dominikan, warisan para kudus tidak hanya ditemukan melalui karya intelektual dan sejarah institusi, tetapi juga melalui semangat mencari kebenaran, kehidupan doa, kontemplasi, persaudaraan, dan pewartaan. Semangat tersebut menjadi panggilan bagi setiap anggota keluarga Dominikan untuk melanjutkan kesaksian iman sesuai dengan bentuk panggilan masing-masing.

Fransiskus menempatkan Dominikan Awam dalam konteks tersebut. Sebagai bagian dari Keluarga Dominikan, kaum awam memiliki tanggung jawab untuk membawa spiritualitas Santo Dominikus ke tengah dunia melalui profesi, kehidupan sosial, dan relasi keluarga.

Integritas moral di tempat kerja, misalnya, menjadi bentuk kesaksian iman ketika seseorang tetap menjunjung kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab meskipun menghadapi berbagai tekanan. Demikian pula keluarga yang berpusat pada Kristus menjadi ruang pertama untuk menanamkan nilai kasih, pengampunan, kesetiaan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Kekudusan bukan hanya sesuatu yang dikenang melalui kehidupan para tokoh masa lalu, melainkan panggilan yang harus diwujudkan dalam pilihan-pilihan hidup setiap hari.

DOKUMENTASI – Diskusi bersama sdr/i Dominikan awam untuk persiapan Kapitel 29 November. Sumber: Fransiskus Edy, OP. – dalam gambar ada Romo Andreas Kurniawan OP.

Menjaga obor kebenaran di tengah dunia modern

Salah satu penekanan Edy dalam wawancara tersebut adalah pentingnya mewariskan obor kebenaran atau Veritas. Istilah ini memiliki kedudukan penting dalam identitas dan spiritualitas Ordo Pengkhotbah, yang menempatkan pencarian serta pewartaan kebenaran sebagai bagian dari panggilan hidup.

Di tengah dunia modern yang dipenuhi berbagai informasi, perubahan nilai, dan tantangan moral, semangat Veritas mengajak Dominikan Awam untuk tidak berhenti pada penerimaan informasi, tetapi terus belajar, berpikir kritis, dan mempertanggungjawabkan kebenaran dalam kehidupan nyata.

Panggilan tersebut sejalan dengan warisan Santo Dominikus yang menghubungkan kehidupan kontemplatif, studi, dan pewartaan. Kebenaran yang ditemukan melalui pencarian intelektual dan pendalaman iman tidak seharusnya berhenti menjadi pengetahuan pribadi, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan yang membawa kebaikan bagi sesama.

Karena itu, jejak kasih, integritas moral, keluarga yang berpusat pada Kristus, dan kesetiaan terhadap kebenaran merupakan bentuk warisan yang dapat diberikan Dominikan Awam kepada generasi mendatang.

Peringatan Hari Semua Orang Kudus Ordo Pengkhotbah pada 7 November akhirnya menjadi undangan untuk tidak hanya mengagumi kesaksian para kudus terdahulu, tetapi juga meneruskan semangat hidup mereka. Sebab, warisan iman yang paling bermakna bukan sekadar sesuatu yang dikenang, melainkan nilai yang terus dihidupi dan diteruskan.

Bagi Fransiskus Edy, OP melalui kehidupan sehari-hari ditunjukkan bahwa Dominikan Awam dipanggil menjadi saksi bahwa kekudusan dapat bertumbuh di tengah dunia yakni dalam kasih yang nyata, pekerjaan yang dijalankan dengan integritas, keluarga yang berakar pada Kristus, serta keberanian menjaga dan mewartakan kebenaran. (Samuel)

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini