MERAUKE, Pena Katolik — Umat Katolik di Keuskupan Agung Merauke merayakan tiga momen penting sekaligus dalam satu Perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius, Merauke, Kamis (1/10/2026). Perayaan ini diawali dengan perarakan arca Bunda Maria dari Lapangan Mandala menuju Gereja Katedral.
Misa kudus dipimpin oleh Uskup Umat Militer Indonesia (Ordinariatus Castrensis Indonesia/OCI) yang juga Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, serta didampingi oleh Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC. Perayaan ini sekaligus menandai Pembukaan Devosi Bulan Maria (Bulan Rosario) dan Peringatan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus.
Refleksi Kasih dan Kesucian
Dalam khotbahnya, Kardinal Ignatius Suharyo mengajak seluruh umat untuk lebih cermat saat membaca Kitab Suci. Ia menyoroti teks Injil Yohanes mengenai percakapan antara Yesus dan Santo Petrus tentang arti kasih.
“Terjadi percakapan Yesus dengan Petrus hingga tiga kali. Ketika Yesus bertanya apakah Petrus mencintai-Nya, Petrus menjawab dengan sadar akan keterbatasan dirinya,” ujar Mgr. Suharyo.
Ia menjelaskan bahwa kasih manusiawi pada dasarnya terbatas dan tidak sempurna, sedangkan kasih Allah/Kristus adalah kasih yang sempurna dan tanpa batas. Melalui jawaban Petrus dan dedikasi hidupnya hingga wafat martir di kayu salib secara terbalik, Petrus menunjukkan proses penyempurnaan kasih kepada Kristus.
Kardinal Suharyo juga mengutip Anjuran Apostolik mendiang Paus Fransiskus (Gaudete et Exsultate) tentang panggilan menuju kesucian dan kesempurnaan kasih di tengah tantangan zaman modern.
“Langkah pertama menuju kesucian sangat sederhana, misalnya dengan menolak bergosip,” tutur Kardinal.
Ia memberi contoh nyata seorang ibu yang rela mendengarkan keluh kesah serta harapan anaknya meskipun dalam kondisi sangat lelah, lalu menyerahkan segalanya dalam perlindungan Bunda Maria Penolong. Menurutnya, hal sederhana itu merupakan langkah nyata menuju kesucian dan kesempurnaan kasih.
Keuskupan Umat Militer
Selain pembukaan Bulan Rosario, Ekaristi ini diisi dengan pelantikan pengurus OCI Wilayah Keuskupan Agung Merauke. Romo Randy Arnoldus Putra Lau dilantik secara resmi untuk bertugas memberikan pendampingan rohani bagi prajurit TNI dan Polri di wilayah Keuskupan Agung Merauke.
Kardinal Suharyo menjelaskan sejarah unik Keuskupan Kategorial OCI. Di Indonesia terdapat 38 keuskupan teritorial dan satu keuskupan kategorial khusus, yaitu OCI, yang berdiri sejak 3 November 1949. Pendiri pertamanya adalah Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ. Status OCI kemudian ditingkatkan oleh Vatikan pada 21 Juli 1986 melalui Konstitusi Apostolik Spirituali Militum Curae.
“Pelayanan rohani ini dibentuk untuk mendampingi para profesional TNI dan Polri yang menjalankan tugas berat di tengah situasi yang tidak mudah,” jelas Mgr. Suharyo.
Pendampingan rohani ini menjadi wujud nyata dari semangat nasionalisme dan iman: “100% Katolik, 100% Indonesia”, sebagaimana diteladani oleh pahlawan-pahlawan Katolik seperti Agustinus Adisoetjipto, Slamet Riyadi, Yosaphat Soedarso, dan Karel Satsuit Tubun.
Turut hadir menyaksikan pelantikan tersebut Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, jajaran ASN OPD Katolik, serta pimpinan dan prajurit TNI-Polri di lingkungan Provinsi Papua Selatan. (Agapitus Batbual/Merauke)



