PenaKatolik.Com, Pontianak | Lebih dari 3.000 mahasiswa baru Katolik dari berbagai perguruan tinggi di Pontianak mengikuti Misa Syukur Mahasiswa Baru 2026 di Gereja Katedral St. Yosef Pontianak, Rabu, 30 September 2026.
Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Pontianak, RD. Alexius Alex. Misa menjadi momentum bagi para mahasiswa untuk mengawali perjalanan pendidikan tinggi dengan semangat syukur sekaligus mempererat persaudaraan sebagai sesama mahasiswa Katolik.
Sejak sebelum perayaan dimulai, para mahasiswa berdatangan secara berkelompok bersama teman-teman dari perguruan tinggi masing-masing. Kehadiran ribuan mahasiswa membuat lingkungan Katedral St. Yosef dipenuhi perjumpaan kaum muda dari berbagai kampus dan latar belakang.
Mengawali perayaan, RD. Alexius Alex mengajak mahasiswa melihat Misa sebagai kesempatan untuk menyerahkan perjalanan mereka kepada Tuhan.
“Perayaan ini merupakan momen istimewa ketika kita berkumpul dan berdoa bersama untuk memohon bimbingan dari Tuhan Yesus Kristus, agar iman dan kepercayaan kita semakin diteguhkan serta kita dapat semakin dekat dengan-Nya,” ujarnya.

Misa tersebut juga bertepatan dengan Pesta Santo Hieronimus, imam dan Pujangga Gereja yang dikenal karena kecintaannya terhadap Sabda Allah serta pengabdiannya dalam mempelajari dan menerjemahkan Kitab Suci.
Menurut RD. Alexius Alex, kehidupan mahasiswa tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian akademik. Masa perkuliahan juga menjadi kesempatan untuk menemukan panggilan, membentuk karakter, dan menghadirkan iman dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Yesus Kristus,” ungkapnya, mengutip Santo Hieronimus.
Karena itu, mahasiswa diajak untuk membuka diri terhadap bimbingan Tuhan selama menjalani masa perkuliahan. Kehidupan di perguruan tinggi menghadirkan berbagai pengalaman baru, mulai dari lingkungan, pertemanan, hingga tuntutan akademik.
Bagi mahasiswa yang berasal dari luar Pontianak, proses tersebut juga menuntut kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Pontianak sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai suku dan agama menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan mahasiswa dengan beragam pengalaman kehidupan.

Dalam homilinya, RD. Alexius Alex juga mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan kehidupan iman di tengah kesibukan kuliah. Gereja, menurutnya, dapat menjadi ruang untuk berdoa, berjumpa dengan sesama, sekaligus memperoleh dukungan dalam menjalani perjalanan sebagai mahasiswa.
Pendampingan mahasiswa menjadi salah satu perhatian Gereja terhadap kaum muda. Melalui pastoral mahasiswa, para mahasiswa tidak hanya diajak untuk membangun persaudaraan, tetapi juga membentuk kepribadian, karakter, dan kehidupan Kristiani.
Kehadiran ribuan mahasiswa dalam Misa tersebut menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan mahasiswa Katolik dari berbagai perguruan tinggi. Perbedaan kampus tidak menjadi penghalang untuk berkumpul dalam satu perayaan Ekaristi.
Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan bazar kepemudaan. Bazar menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk melanjutkan perjumpaan dalam suasana yang lebih santai. Mereka dapat berbincang, berinteraksi, dan mengenal sesama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Bagi mahasiswa baru, kegiatan tersebut menjadi awal untuk membangun jejaring persahabatan sekaligus mengenal komunitas mahasiswa Katolik di Pontianak. Perjumpaan yang dimulai dalam perayaan Ekaristi kemudian dilanjutkan melalui interaksi dan kebersamaan di antara kaum muda.
Misa Syukur Mahasiswa Baru 2026 juga menjadi penanda dimulainya perjalanan baru para mahasiswa di perguruan tinggi. Mereka akan menghadapi berbagai tantangan akademik dan pengalaman hidup selama menjalani pendidikan.
Gereja berharap perjalanan tersebut tidak hanya menghasilkan pencapaian akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu membangun relasi yang baik, bertumbuh dalam iman, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Dari Gereja Katedral St. Yosef Pontianak, ribuan mahasiswa baru Katolik memulai perjalanan perguruan tinggi dengan semangat syukur, iman, dan persaudaraan. Perjumpaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan sebagai mahasiswa tidak harus dijalani sendirian, tetapi dapat bertumbuh bersama komunitas dan sesama. (S/A)



