JAYAPURA, Pena Katolik — Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You resmi meluncurkan gerakan HONAI di Gedung Graha Sara Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Tanah Papua, Kamis 15 September 2026. Peluncuran ditandai dengan pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya langkah bersama Gereja dan berbagai pihak dalam merespons krisis kemanusiaan, ketidakadilan, serta merawat perdamaian di Papua.
HONAI merupakan akronim dari Hadir bagi mereka yang menderita, Openness/keterbukaan bagi semua pihak, Nilai kehidupan dan martabat manusia sebagai dasar perjuangan, Advokasi terhadap kebenaran dan keadilan, serta Integritas dalam menjalankan perjuangan bersama.
Dalam sambutannya, Mgr. Yanuarius menegaskan bahwa HONAI tidak boleh sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan harus menjadi ruang kehidupan nyata untuk memperjuangkan martabat manusia, khususnya masyarakat terdampak konflik, pengungsian, dan krisis ekologis.
“Gereja tidak boleh diam. HONAI harus menjadi ruang terbuka bagi semua pihak untuk bertemu, berdialog, dan mencari jalan bersama tanpa membedakan latar belakang. Namun, perjuangan ini membutuhkan ketulusan dan integritas; jangan sampai ada ‘Yudas’ di dalam gerakan ini yang merusak semangat kemanusiaan demi kepentingan pribadi,” tegas uskup putra asli Papua tersebut.



