PAMULANG, Pena Katolik – Suasana penuh sukacita dan kehangatan budaya mewarnai Perayaan Ekaristi Penerimaan Krisma di Gereja Santo Barnabas, Paroki Pamulang, Minggu 5 September 2026. Sebanyak 152 umat Katolik yang terdiri dari kelompok SMP, SMA, Dewasa, hingga Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) resmi menerima Sakramen Penguatan (Krisma) yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo.
Dalam khotbahnya, Kardinal Ignatius Suharyo mengingatkan para penerima Krisma bahwa Sakramen Penguatan bukan sekadar rutinitas atau formalitas upacara, melainkan sebuah keputusan iman untuk semakin serupa dengan Kristus.
“Roh Kudus yang kita terima tidak otomatis membimbing jika tidak kita buka dalam doa harian. Mari kita biasakan memulai hari dengan doa singkat: ‘Semoga Roh Kudus yang menjiwai Yesus, juga menjadi pembimbing dan kekuatanku hari ini, sehingga kami semua siap sedia menjadi saksi kasih,'” pesan Kardinal.
Selain memberikan apresiasi kepada para pendamping dan panitia liturgi, Bapa Uskup menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh umat Paroki Pamulang atas komitmen merawat dan menjaga alam ciptaan sebagai “rumah bersama”.
Misa kudus konselebrasi tersebut turut didampingi oleh Pastor Kepala Paroki Romo Petrus Cipto Nugroho, SCJ, serta para imam rekan, yakni Romo Blasius Sumaryo, SCJ dan Romo Petrus Suharjono, SCJ.
Sebelum kembali ke Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo menyempatkan diri mengelilingi dan memberkati area lapak UMKM di kawasan parkir gereja. Bapa Uskup menyapa, menyalami, serta berfoto bersama para pelaku usaha kecil yang menyambutnya dengan antusias. Momen hangat tersebut menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh rangkaian perayaan di Paroki Pamulang.
Kemeriahan acara terasa sejak pukul 09.00 WIB melalui prosesi penyambutan Uskup yang kaya akan nilai tradisi lokal. Berjalan dari Gedung Pastoran menuju pelataran gereja, rombongan Bapa Uskup diiringi alunan musik hadrah. Tepat di depan lobi gereja, tradisi Betawi Palang Pintu—lengkap dengan atraksi adu pantun dan silat—disajikan dengan meriah. Usai prosesi Palang Pintu dan pengalungan bunga oleh Romo Petrus Cipto Nugroho, SCJ, Misa Kudus pada pukul 10.00 WIB dilanjutkan dengan nuansa budaya Nusantara lainnya melalui iringan alunan Gamelan Jawa dari kelompok Among Laras Paroki Pamulang.



