BALIKPAPAN, PENAKATOLIK — Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XVII di Balikpapan pada 11–13 September 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Semua”, forum empat tahunan ini menjadi ajang konsolidasi gagasan intelektual dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, khususnya di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mgr. Harjosusanto menyampaikan, sebagai manusia yang sederajat dan bermartabat, maka keadilan ada di dalamnya. Sebagai bangsa, perlu melihat perwujudan keadilan, di sinilah perjuangan ISKA, untuk menghadirkan keadilan di tengah masyarkat. Mgr. Harjosusanto menyampaikan, keadilan ini adalah jalan menuju perdamaian.
“Kalau belum, tentu menjadi pertanyaan, mesti diwujudkan, agar keadilan sungguh-sungguh ada di tengah-tengah hidup bersama,” ujar Mgr. Harjosusanto.
Ketua Umum Presidium Pusat ISKA, Luky Yusgiantoro menyampaikan, Munas ini adalah momen strategis untuk evaluasi dan Menyusun rencanan ke depan. Proses ini, menurutnya diharapkan memberi masukan berarti bagi bangsa dan negara. ISKA adalah bagian dari panggilan kaum intelektual Katolik untuk menghadirkan iman, ilmu pengetahuan, hati nurani, dan tanggung jawab sosial di tengah Masyarakat.
“ISKA harus mampu membaca zaman, memahami perubahan, menyuarakan kebenaran, membela martabat kemanusiaan, dan menghadirkan gagasan-gagasan yang memberi harapan,” ujar Luky.
Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Hardjosusanto, MSF. Minas lalu dilanjutkan dengan sesi orasi kebangsaan. Dalam sesi tersebut, Peneliti CSIS, Dominique Nicky Fahrizal mengulas keadilan dalam perspektif politik dan demokrasi. Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan RI, Agung Pambudi memaparkan isu jaminan kesehatan nasional.
Melalui Munas XVII ini, ISKA menegaskan pentingnya keberanian moral kaum terpelajar agar tidak menjadikan keahlian sekadar sebagai “menara gading”. Di tengah pesatnya pertumbuhan lembaga dan forum ilmiah, integritas para intelektual dinilai menjadi kunci agar ilmu pengetahuan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Forum ini mengingatkan bahwa Indonesia tidak kekurangan orang pintar, melainkan kekurangan keberanian untuk menjadikan kecerdasan sebagai wujud pelayanan, sebab kecerdasan tanpa integritas justru akan menjadi ancaman bagi demokrasi dan pembangunan.
Munas XVII ini dihadiri oleh perwakilan dari 25 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta lebih dari 150 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh Indonesia. Agenda utama dalam musyawarah ini mencakup evaluasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) periode 2022–2026, penyusunan arah kebijakan organisasi, serta pemilihan Ketua Umum baru yang mengutamakan prinsip musyawarah untuk mufakat.
Pemerintah Kota Balikpapan menyambut positif penyelenggaraan forum nasional ini. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan sumber daya manusia agar masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama dalam roda pembangunan di kawasan IKN.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta Munas XVII ISKA dijadwalkan melangsungkan kunjungan lapangan ke kawasan Ibu Kota Nusantara pada Sabtu, 12 September 2026, guna meninjau langsung progres pembangunan sekaligus menjajaki peluang kolaborasi pemikiran.



