Lonjakan Jumlah Umat Katolik Baru di Prancis, Kejutan Besar Bagi Gereja

PARIS, Pena Katolik — Di tengah kuatnya arus sekularisasi di Prancis, negara tersebut kini justru mengalami fenomena unik berupa melonjaknya jumlah orang dewasa dan remaja yang meminta untuk dibaptis. Fenomena tidak terduga ini menarik perhatian penuh Paus Leo XIV menjelang kunjungan pastoralnya ke Prancis pada 25 hingga 28 September 2026.

Hingga tahun 2022, jumlah katekumen (calon baptis) berusia 12 tahun ke atas di Prancis umumnya berkisar antara 5.000 hingga 6.000 orang setiap tahunnya. Namun sejak saat itu, pertumbuhannya melesat tajam. Dalam rentang waktu antara 2021 hingga 2026, jumlah katekumen di Prancis bahkan melonjak lebih dari empat kali lipat.

“Fenomena ini benar-benar tidak terduga dan sangat unik,” ungkap Antoine Pasquier, penulis buku Enquête sur ces jeunes qui veulent devenir chrétiens (Investigasi tentang Kaum Muda yang Ingin Menjadi Kristiani) sekaligus Pemimpin Redaksi majalah Famille Chrétienne.

Jalan Baru Menuju Gereja

Penyebab pasti dari pertumbuhan mendadak ini masih sulit dipetakan, hingga membuat pihak Gereja sendiri terkejut. Saat terpilih menjadi Ketua Konferensi Waligereja Prancis pada April 2025, Kardinal Jean-Marc Aveline mengakui bahwa para katekumen muda ini datang melalui “jalan-jalan lain” di luar jalur tradisional Gereja.

“Terdapat paradoks yang menarik dari pengamatan para sosiolog: semakin sekuler suatu masyarakat, semakin tinggi pencarian spiritual di kalangan generasi mudanya,” jelas Kardinal Pasquier.

Kardinal Pasquier menambahkan, bahwa menurunnya dominasi institusi Katolik di masa lalu justru mengikis prasangka negatif kaum muda terhadap Gereja. Para katekumen baru ini menjawab secara sederhana bahwa mereka menemukan tempat penjelas jalan hidup, penghiburan, serta pegangan moral di dalam Gereja.

Kedatangan gelombang calon umat baru ini menuntut penyesuaian besar dari Gereja Prancis. Keuskupan-keuskupan di wilayah Provinsi Gerejani Paris bahkan menggelar Majelis Gerejani Provinsi untuk merumuskan tata cara penyambutan katekumen. Langkah inovatif ini dinilai unik di dalam Gereja Katolik. Fenomena serupa juga mulai terlihat di Amerika Serikat, Belgia, Spanyol, Swedia, dan Norwegia, meski dengan angka yang lebih terbatas.

Perhatian Paus

Paus Leo XIV sendiri secara konsisten menunjukkan perhatian besarnya terhadap fenomena ini. Dalam agenda kunjungannya ke Institut Catholique de Paris pada 26 September mendatang, Bapa Suci dijadwalkan bertemu langsung dengan perwakilan majelis tersebut.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Paus menerima audiensi khusus ratusan katekumen berbahasa Prancis dalam rangkaian Yobel Kaum Muda. Dalam buku biografinya karya Elise Ann Allen (Léon XIV, pape missionnaire d’une Église mondialisée), Bapa Suci menyebut fenomena ini “sangat menarik” bagi negara yang selama ini dianggap paling sekuler.

Meski jumlah katekumen dewasa melonjak drastis, angka pembaptisan bayi di Prancis justru mengalami penurunan tajam. Pada tahun 2024, tercatat 175.674 anak dibaptis, turun lebih dari 40 persen dibandingkan tahun 2010 yang mencapai lebih dari 300.000 anak.

Secara statistik, lonjakan katekumen belum mampu menutupi penurunan angka pembaptisan bayi secara keseluruhan. Kendati belum bisa menghentikan arus de-kristonisasi secara numerik, fenomena pertambahan katekumen dewasa ini tidak diragukan lagi menjadi bukti harapan baru bagi Gereja Katolik di Prancis.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini