Paus Leo XIV kepada Pasangan Muda: Cinta Bukan Sekadar Perasaan, Melainkan Keputusan

VATIKAN, Pena Katolik — Paus Leo XIV menegaskan bahwa cinta manusiawi dalam panggilan pernikahan bukanlah sekadar perasaan sesaat, melainkan sebuah keputusan, perjalanan, dan ikatan perjanjian seumur hidup. Hal tersebut disampaikan Bapa Suci dalam kata pengantar buku katekismus pemuda edisi terbaru, “YouCat: Love Forever”, yang berfokus pada topik cinta dan pernikahan.

Buku katekismus yang ditujukan bagi kaum muda yang bersiap memasuki jenjang pernikahan ini dijadwalkan terbit pada November mendatang. Edisi pertama dari katekismus ini sebelumnya dirilis pada Mei 2025, satu minggu setelah wafatnya Paus Fransiskus.

Dalam tulisannya, Paus Leo XIV mengungkapkan bahwa kerinduan hati manusia akan cinta yang mendalam dan bertahan lama bukanlah suatu kebetulan, melainkan tanda bahwa manusia memang diciptakan untuk mencintai.

“Allah sendiri dapat hadir di dalam cinta manusia dan mengubahnya, sehingga Dia memampukan kita untuk mencintai seperti Dia mencintai: dengan melayani melalui penyerahan diri yang tulus, dan jika perlu, dengan memaafkan,” tulis Paus.

Ia mengakui bahwa cinta antara pria dan wanita memang bisa datang secara cepat dan bergelora layaknya anak panah yang menembus hati. Namun, cinta sejati tidak berhenti di situ dan bukanlah perasaan yang cepat berlalu.

“Cinta adalah sesuatu yang jauh lebih besar. Cinta adalah ‘ya’ yang mendalam kepada pasangan, sebuah keputusan, sebuah perjalanan, dan ikatan seumur hidup,” tegas Bapa Suci.

Ia menambahkan bahwa hubungan yang kokoh dibangun di atas rasa saling percaya dan komitmen “selamanya”. Cinta sejati, menurutnya, akan terlebih dahulu bertanya “Bagaimana aku bisa mencintai seperti Kristus telah mencintai?” ketimbang “Apa yang akan kudapatkan?”.

Mencintai Hingga Akhir

Paus Leo XIV menjelaskan kepada kaum muda bahwa rahasia ilahi terungkap dalam sakramen pernikahan. Ketika pria dan wanita menyerahkan diri sepenuhnya satu sama lain dalam kasih, kehadiran Allah menjadi nyata di antara mereka.

Ia meminta kaum muda untuk tidak takut pada besarnya panggilan cinta tersebut. Meski cinta manusia tidak sempurna, cinta itu akan terus bertumbuh dalam terang iman.

“Gambar terindah dari cinta sejati kita lihat ketika kita memandang salib Yesus Kristus. Dia begitu mencintai kita hingga rela mati bagi kita. Inilah DNA dari Kekristenan, perintah dari Kristus,” ungkapnya.

Bapa Suci mengapresiasi edisi baru YouCat yang memuat berbagai kesaksian dari kaum muda di lebih dari 30 negara. Ia berdoa agar para pemuda dapat menjawab panggilan tersebut dengan penuh keyakinan dan keberanian.

Paus berharap buku ini dapat menjadi persiapan bagi kaum muda untuk mengucapkan kata “ya” yang tidak hanya berlaku untuk sehari, melainkan untuk seumur hidup—sebuah komitmen yang setia dan tak kenal lelah seperti kasih Allah.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini