VATIKAN, Pena katolik — Paus Leo XIV menerima audiensi 147 uskup baru dari lima benua di Aula Sinode Vatikan pada Kamis 10 September 2026. Para uskup tersebut merupakan peserta kursus pembinaan di Roma yang bertujuan memperkuat persekutuan gerejawi dan membekali mereka dalam menjalankan tugas pelayanan.
Dalam arahannya, Bapa Suci menegaskan bahwa tugas utama seorang uskup sebelum menjalankan tanggung jawab lainnya adalah “tinggal bersama Yesus”. Ia menekankan pentingnya peran tersebut dengan mengingatkan bahwa status sebagai murid Kristus adalah hal yang paling mendasar.
“Untuk berbicara tentang Dia, kita perlu berada bersama Dia. Untuk memimpin umat-Nya, kita harus membiarkan diri kita dipimpin oleh-Nya setiap hari. Di antara banyak hal yang akan dipanggil untuk Anda lakukan sebagai uskup, ini adalah yang paling penting,” ujar Paus.
Para peserta program tahun ini berasal dari berbagai negara di Afrika, Asia, Oseania, dan Amerika Latin, termasuk Indonesia, Filipina, Bangladesh, Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamerun, Kolombia, hingga Afrika Selatan.
Hati Gembala
Paus Leo XIV menekankan pentingnya bagi para uskup untuk memiliki hati seperti Yesus Gembala yang Baik, yang sepenuhnya terarah kepada Bapa dan menyerahkan diri bagi sesama.
Ia mendorong para uskup untuk lebih dekat dengan umat di wilayah keuskupan mereka masing-masing, mulai dari mengenali nama, mendengarkan kisah hidup, hingga berkunjung ke rumah-rumah warga.
“Pelajarilah nama-nama mereka, dengarkan kisah mereka, masuklah ke rumah mereka jika memungkinkan, dan berdoalah bersama mereka. Terutama di Gereja-Gereja yang masih muda, kehadiran seorang uskup sering kali bicara lebih banyak daripada kata-katanya,” tutur Paus.
Ia menambahkan bahwa gestur sederhana seperti kunjungan singkat, doa pemberkatan, waktu yang diberikan untuk seorang imam, serta dialog dengan kaum muda dapat berkesan di hati seseorang seumur hidup.
Secara khusus, Bapa Suci meminta para uskup untuk memberikan perhatian dan kasih sayang ekstra kepada para imam di wilayahnya, serta menjadi sosok ayah dan saudara bagi mereka.
“Dengarkan mereka, beri mereka semangat, berdoalah untuk mereka, dan dampingi mereka dengan penuh kepercayaan. Berikan perhatian khusus kepada mereka yang sudah lanjut usia dan sakit. Terkadang sebuah panggilan telepon, kunjungan, atau kata-kata kasih dari Anda sudah cukup,” ungkapnya.
Pelayanan di Era Kecerdasan Buatan
Mengutip Santo Agustinus tentang istilah “amoris officium”, ‘pelayanan kasih’, Paus menjelaskan bahwa khotbah, doa, pendengaran, dan kehadiran seorang uskup merupakan wujud dari kasih pastoral Kristus. Paus mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat membebaskan manusia dari dosa dan krisis global.
Menghadapi tantangan modern ini, Paus merujuk pada ensiklik miliknya, Magnifica Humanitas, yang memberikan panduan untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan di era kecerdasan buatan.
Menutup pengarahannya, Paus Leo XIV menegaskan dimensi misionaris dari tugas keuskupan. Ia meminta para uskup untuk membuka hati kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Sikap ini tidak hanya ditujukan kepada mereka yang rajin menghadiri paroki, tetapi juga kepada umat Kristen dari denominasi lain, pemeluk agama lain, orang-orang yang tidak beragama, serta semua pria dan wanita yang berkehendak baik,” pungkas Paus.



