Pastor Gregor Mendel OSA: Biarawan Agustinian yang dari Kebun Biaranya Menemukan Ilmu Genetika Modern

SILESIA, Pena Katolik – Dunia sains modern telah mengenal Gregor Mendel, sebagai penemu Ilmu Genetika Modern, namun, fakta bahwa ia seorang imam Agustinian, mungkin tidak semuanya tahu. Lebih mengejutkan lagi, Pastor Gregor Mendel OSA menemukan Ilmu Genetika ini, dari kebun kecil di biaranya.

Johann Mendel lahir pada 20 Juli 1822 di Heinzendorf, sebuah desa pertanian kecil di Silesia Austria (kini bagian dari Republik Ceko). Lahir dari keluarga petani miskin yang telah mengolah tanah yang sama selama turun-temurun, Mendel tumbuh sebagai anak cerdas di tempat yang tak disangka.

Melihat potensinya, seorang kepala sekolah setempat mendorong keluarga Mendel untuk menyekolahkannya. Meski bakat akademisnya menonjol, keterbatasan finansial selalu menjadi pengganjal.

Pada tahun 1843, di tengah krisis keuangan dan kesehatan yang tidak menentu, Mendel mengambil langkah praktis yang kelak mengubah sejarah ilmu pengetahuan. Ia masuk ke Biara Agustinian Santo Tomas di Brno. Ia lalu mengambil nama Gregor (St. Gregorius Agung), dan resmi menjadi seorang biarawan.

Kacang di Kebun Biara

Mendel tidak memungkiri, bahwa ia tertarik masuk biara salah satunya karena alasan ekonomi. Komunitas Agustinian di Brno saat itu merupakan pusat kehidupan budaya dan ilmiah kota. Biara tersebut menawarkan hal yang mustahil didapatkan oleh seorang anak petani: waktu, perpustakaan, serta akses ke pendidikan tinggi. Tak kalah penting, biara itu juga menyediakan sebuah kebun.

Setelah ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1847, Mendel dikirim untuk mendalami fisika dan matematika di Universitas Wina. Ia kembali ke Brno pada 1853 untuk mengajar ilmu pengetahuan alam. Tiga tahun kemudian, pada 1856, ia memulai eksperimen.

Antara tahun 1856 hingga 1863, di kebun biara Brno, Mendel menanam dan melakukan persilangan terhadap lebih dari 28.000 tanaman kacang kapri (Pisum sativum). Ia mengamati pola pewarisan sifat seperti tinggi tanaman, warna, hingga bentuk biji.

Hasilnya mencengangkan. Pewarisan sifat bukanlah penggabungan acak dari karakteristik induk, melainkan pemindahan unit-unit terpisah yang bekerja berdasarkan hukum matematika yang dapat diprediksi.

Mendel mempresentasikan temuannya kepada Natural History Society of Brno pada tahun 1865 dan menerbitkan penelitiannya pada 1866. Makalah ilmiah itu hampir tak dilirik. Ilmuwan terkemuka masa itu mengabaikannya atau gagal memahami maknanya.

Waktuku Akan Tiba

Pada tahun 1868, Pastor Mendel terpilih menjadi abbas (kepimpin biara). Tugas administratif sangat menyita waktunya hingga eksperimen ilmiahnya terhenti. Mendel wafat pada 6 Januari 1884 tanpa sempat dikenal luas di luar kota Brno.

Baru pada tahun 1900—16 tahun setelah kematiannya—tiga ilmuwan secara independen menemukan kembali makalah Mendel dan mengukuhkannya sebagai Bapak Genetika Modern.

Penulis Anthony Esolen membandingkan Mendel dengan Charles Darwin, ilmuwan sezamannya. Darwin menjadi terkenal karena memiliki panggung dunia, pers, dan ketenaran. Berbeda dengan ilmuan sezamannya, Mendel hanya memiliki kebun biara, komunitas doa, serta kesabaran untuk menghitung kacang kapri dalam kesunyian.

Pastor Mendel menjalankan penelitiannya sambil membaca puisi, musik, dan dalam doa beberapa kali sehari sebagai seorang abbas biara. Biara tidak menjadi penghalang bagi salah satu penemuan terbesar dalam llmu pengetahuan modern. Bagi Pastor Mendel, biara menjadi ruang tempat iman dan sains bernapas dalam udara yang sama.

Kisah Mendel mematahkan narasi klasik yang mempertentangkan agama dan ilmu pengetahuan. Komunitas biara Agustinian tidak menghambat, melainkan memberi pendidikan, fasilitas kebun, dan ruang bagi Mendel untuk membaca rancangan Sang Pencipta melalui alam raya.

Berziarah ke Brno

Hingga kini, kebun tempat Mendel melakukan eksperimen masih tersimpan rapi di Mendel Museum of Masaryk University, Brno. Para peziarah dan wisatawan dapat melangkah di tanah yang sama tempat Mendel menyilangkan kacang kaprinya ratusan tahun lalu. Mereka dapat sekaligus belajar tentang ilmu pengetahuan, sekaligus berdoa serta menyelami kehidupan spiritual Agustinian.

Di area biara tersebut juga berdiri Basilika Maria Diangkat ke Surga Brno yang menyimpan ikon Black Madonna. Setiap pertengahan Juli, alun-alun di depan biara (Mendlovo náměstí) merayakan Mendel Festival untuk mengenang sang biarawan.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini