NAZARET, Pena Katolik – Alkitab menyajikan informasi yang relatif terbatas mengenai kehidupan Perawan Maria. Bahkan, nama kedua orang tuanya pun tidak disebutkan secara eksplisit dalam Perjanjian Baru. Sebagian besar informasi sejarah yang kita miliki mengenai latar belakang keluarganya justru berasal dari tulisan-tulisan apokrif.
Barangkali kita bertanya, apakah Perawan Maria memiliki saudara, adik atau kakak? Kitab Suci memberikan satu petunjuk singkat mengenai kemungkinan adanya saudara dari Bunda Maria.
Di antara mereka yang berdiri di dekat salib Yesus di Bukit Kalvari, tercatat seorang perempuan bernama “Maria istri Klopas”. Injil Yohanes mengidentifikasikannya sebagai saudara dari Bunda Maria:
“Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, istri Klopas, dan Maria Magdalena.” (Yohanes 19:25)
Ini adalah satu-satunya penyebutan sosok tersebut di seluruh Alkitab. Keterangan yang singkat ini memicu beragam penafsiran di kalangan ahli kitab suci.
Sumber Lain
Mengutip Catholic Encyclopedia, Santo Hieronimus mengidentifikasi sosok Klopas (atau Alfeus) ini sebagai saudara dari Santo Yusuf (suami Perawan Maria), merujuk pada catatan sejarawan Gereja perdana, Hegesippus. Jika penafsiran ini tepat, maka “Maria istri Klopas” sebenarnya adalah saudara ipar dari Perawan Maria. Istilah “saudara” (adelphe dalam bahasa Yunani) pada masa itu memang kerap digunakan secara luas untuk menyebut kerabat dekat atau saudara ipar.
Di sisi lain, sejumlah pakar berpendapat bahwa Maria istri Klopas adalah ibu dari Rasul Santo Yakobus. Penafsiran ini sejalan dengan narasi dalam Injil Matius dan Markus yang mencatat kehadiran sosok Maria lain di kaki salib. “Ada juga beberapa wanita yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.” (Markus 15:40)
Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan, bahwa kedua sosok Maria yang disebutkan dalam Injil Yohanes dan Markus adalah orang yang sama, —yakni saudara (atau saudara ipar) dari Perawan Maria, sekaligus ibu dari Santo Yakobus.
Tradisi Gereja
Tradisi Gereja mencatat bahwa orang tua Maria, yaitu Santo Yoakim dan Santa Anna, sempat mengalami kemandulan sebelum akhirnya mengandung Perawan Maria secara mukjizat. Namun, tradisi tidak mencatat secara rinci apakah pasangan ini melahirkan anak-anak lain setelah kelahiran Maria.
Alkitab memang tidak mencantumkan silsilah keluarga Perawan Maria secara terperinci. Pada saat Kitab Suci ditulis, hal tersebut dianggap tidak krusial karena banyak masyarakat di Israel pada masa itu sudah mengenal keluarga tersebut secara langsung.
Pertanyaan mengenai silsilah pasti keluarga Bunda Maria tetap menjadi topik historis dan teologis yang menarik. Sebuah misteri iman yang baru akan terungkap sepenuhnya ketika kita kelak berjumpa langsung dengan Sang Perawan Suci di kehidupan kekal.



