MERAUKE, Pena Katolik — Wakil Uskup Agung Merauke, Romo Hendrikus Kariwop, MSC, menyambut hangat pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Tahun 2026 yang berlangsung di Merauke, Papua Selatan. Kegiatan kolaboratif ini melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Exeins Health Initiative (EHI), serta Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan.
Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para dokter, perawat, serta Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di dua rumah sakit utama, yakni RSUD Merauke dan Rumah Sakit Bunda Pengharapan (RSBP) Merauke. Focus utamanya mencakup peningkatan deteksi dini penyakit, penggunaan obat yang rasional, serta evaluasi pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
“Peran para medis dan dokter sangat penting untuk melayani warga Papua Selatan. Kunjungan tim ini sangat berguna untuk memotivasi petugas kesehatan, mulai dari dokter, mantri, hingga suster, dalam mendeteksi penyakit dan meningkatkan kapasitas kinerja mereka,” ujar Romo Hendrikus, Jumat (28/8/2026).
Romo Hendrikus—yang juga menjabat sebagai Kepala Paroki Katedral Santo Fransiskus Xaverius—menekankan pentingnya pelayanan yang tulus dan tanpa diskriminasi. Menurutnya, setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses kesehatan yang layak.
“Gunakan profesi Anda untuk melayani sesama dan menyelamatkan banyak orang. Jalankan pelayanan dengan tutur kata dan sikap terbaik agar pasien merasa nyaman dan cepat sembuh. Jangan sampai ada pasien yang terabaikan karena aturan administratif semata. Apalagi untuk penyakit seperti TBC, butuh penanganan dan evaluasi khusus,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah akademisi dan peneliti ternama, di antaranya Prof. Rahmat Saleh Maulidin dari Sekolah Farmasi ITB, Dr. rer. nat. Fififi Fitriyah Masduki dari FMIPA ITB, dr. Lely Trianty dari BRIN, serta Ristyah Amalia dari Exeins Health Initiative. Warga tampak antusias mengikuti pemaparan materi dari para narasumber.
Direktur Rumah Sakit Bunda Pengharapan, Sr. Maria Bertha, PRR, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kepedulian tim ahli yang bersedia datang jauh-jauh ke Merauke.
“Kedatangan tim dari ITB, BRIN, dan EHI membawa dampak positif yang besar bagi seluruh tenaga kesehatan kami. Sesuai dengan moto RSBP, ‘Kasih yang Menyembuhkan’, kami berkomitmen untuk melayani masyarakat sepenuh hati,” kata Sr. Maria Bertha.
Dalam rangkaian acara tersebut, masyarakat juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti cek gula darah dan skrining malaria, yang dilanjutkan dengan konsultasi medis bersama para dokter spesialis.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini turut dipantau langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr. Benedikta. (Agapitus Batbual/Merauke)



