Seabad Mengabdi Kongregasi Suster Charitas di Bumi Sriwijaya, Dari Palembang ke Missisipi

PALEMBANG, Pena Katolik – Menapaki usia satu abad perjalanan imannya di Indonesia, Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh) merayakan puncak peringatan 100 tahun karya bakti di Tanah Air. Mengusung tema “Berakar dan Berbuah dengan Sukacita”, perayaan bersejarah ini dipusatkan di Charitas Hospital Palembang pada Kamis, 9 Juli 2026. Momentum seabad ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga batu loncatan ekspansi misi global ke Mississippi (Amerika Serikat) serta rencana pelayanan baru di Wamena (Papua).

Sejak menapakkan kaki di Indonesia, kongregasi yang menghidupi spiritualitas cinta kasih Muder Theresia Saelmaekers ini konsisten mengabdikan diri bagi kaum kecil, sakit, miskin, dan tersingkirkan (KLMT). Pelayanan mereka kini mencakup berbagai bidang yang luas, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, sosial, kategorial, hingga pelayanan parokial.

Pemimpin Umum Kongregasi Suster FCh, Sr. M. Patricia, FCh, menegaskan bahwa usia 100 tahun adalah sebuah ziarah kasih dan pengorbanan yang tangguh. Ia mengajak seluruh suster untuk tidak terlena dengan kenyamanan masa lalu. Menurutnya, seabad bukanlah titik henti, melainkan sebuah batu loncatan. Sambil membawa warisan nilai luhur pendiri, mereka ditantang melangkah maju secara inovatif, dinamis, dan tanggap terhadap tanda-tanda zaman, serta siap melahirkan kreativitas baru dalam pelayanan dan merangkul teknologi dengan hati yang penuh empati.

“Seabad bukanlah titik henti, melainkan batu loncatan. Sembari membawa warisan nilai luhur pendiri, kita ditantang melangkah maju secara inovatif, dinamis, dan tanggap terhadap tanda-tanda zaman. Kita siap melahirkan kreativitas baru dalam pelayanan dan merangkul teknologi dengan hati yang penuh empati,” ungkap Sr. M. Patricia.

Pelayan yang Ramah

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, bersama jajaran pejabat Provinsi dan Kota Palembang, menyerahkan piagam penghargaan setinggi-tingginya kepada Kongregasi FCh dan Charitas Hospital. Pemerintah menilai RS Charitas sebagai mitra strategis utama dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Sumsel.

“Satu abad ini menjadi bukti nyata konsistensi Charitas yang adaptif dan terus berinovasi. Manajemen, suster, dan dokter boleh berganti, namun selalu meninggalkan jejak pelayanan yang ramah, cepat tanggap, dan penuh berkah,” ujar Herman

Herman menyatakan bahwa satu abad ini menjadi bukti nyata konsistensi Charitas yang adaptif dan terus berinovasi. Menurutnya, manajemen, suster, dan dokter boleh berganti, namun selalu meninggalkan jejak pelayanan yang ramah, cepat tanggap, dan penuh berkah.

Berkat kesiapan infrastruktur dan SDM Charitas yang mumpuni, Gubernur secara khusus mencanangkan program “Sumsel Health Tourism 2026” dengan izin kementerian terkait. Ia mengajak manajemen Charitas untuk bersama-sama meyakinkan masyarakat bahwa mutu pengobatan di Sumsel mampu bersaing dengan negara tetangga.

Dalam sesi konferensi pers, Anggota Dewan Pemimpin Umum Kongregasi FCh, Sr. M. Carolisa, FCh, memaparkan bahwa karya misioner FCh kini telah tersebar di 4 benua dan 4 negara dengan total 39 komunitas. Ekspansi ini ditandai dengan dimulainya pelayanan resmi di Mississippi, Amerika Serikat pada tahun 2025, serta rencana realisasi karya pelayanan baru di Wamena, Papua, pada tahun 2027 atas undangan Uskup Jayapura.

“Karya Charitas ini sangat besar dan multisektoral. Kami sangat mengundang generasi muda untuk bergabung menjadi penerus, melayani sesama dengan belas kasih yang utuh dan total,” pungkas Sr. Carolisa.

Saat ini, Kongregasi FCh diperkuat oleh 290 Suster, 12 Postulan, dan 16 Aspiran. Mengingat luasnya cakupan karya mulai dari rumah sakit, sekolah, panti jompo, panti asuhan, shelter korban kekerasan perempuan, hingga pengelolaan ecopark, pihaknya membuka pintu lebar-lebar bagi kaum muda untuk bergabung. Sr. Carolisa menegaskan bahwa karya Charitas ini sangat besar dan multisektoral, sehingga mereka sangat mengundang generasi muda untuk bergabung menjadi penerus dan melayani sesama dengan belas kasih yang utuh serta total.

Sejarah Panjang

Jejak langkah Charitas di Bumi Sriwijaya berakar dari kedatangan lima suster perintis dari Roosendaal, Belanda pada 9 Juli 1926. Mendarat di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Zr. M. Raymunda, Zr. M. Chatarina, Zr. M. Alacoque, Zr. M. Caecilia, dan Zr. M. Wilhelmina memulai misi kemanusiaan merawat orang sakit. Dedikasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Charitas Hospital Palembang, salah satu rumah sakit swasta tertua dan terbesar di Sumatera Selatan.

Menambahkan dimensi spiritualitas abad baru, Sekretaris Umum FCh, Sr. M. Fransita, FCh, menekankan komitmen kongregasi pada keadilan sosial dan kelestarian lingkungan. Ia menyatakan bahwa mereka berkomitmen mendukung aksi kemanusiaan, dialog perdamaian, hingga pertobatan ekologis demi menjaga keharmonisan hidup bersama.

“Kami berkomitmen mendukung aksi kemanusiaan, dialog perdamaian, hingga pertobatan ekologis demi menjaga keharmonisan hidup bersama,” tuturnya.

Puncak syukur diawali dengan Misa Kudus yang konselebrasikan oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, serta dihadiri ratusan religius dan umat. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, turut menyampaikan ucapan selamat atas kesaksian iman hidup bakti FCh yang nyata menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Acara ditutup dengan ramah tamah dan pementasan drama musikal bertajuk “Berakar dan Berbuah”.

Sebelumnya, panitia juga telah mengalirkan sukacita seabad ini melalui berbagai aksi sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung. Rangkaian aksi nyata tersebut meliputi bakti sosial stunting berupa pemeriksaan gratis dan bantuan sosial untuk balita di Sukarami, serta skrining kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan mata, pendengaran, dan laboratorium prolanis bagi warga awam. Selain itu, digelar pula aksi donor darah secara berkala yang bekerja sama dengan PMI, serta kunjungan kasih ke Panti Werdha Dharma Bakti KM 7 sebagai wujud kepedulian terhadap lansia.

Kemeriahan perayaan ini juga diisi dengan berbagai perlombaan seperti Charitas Dance Competition, Solo Song Competition, kegiatan Jalan Sehat, Bazaar di JPIC Charitas Convention Hall, serta peluncuran buku sejarah 100 tahun kiprah Charitas di Indonesia. Melalui momentum bersejarah ini, Kongregasi Suster Charitas berharap dapat terus berjalan beriringan bersama pemerintah dan masyarakat untuk membangun daerah yang sehat, maju, dan penuh kedamaian. (Andreas Daris Awalistyo/Palembang)

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini