Paus Leo XIV Memimta Para Imam Patuhi Norma Liturgi, dan Melarang Mengubah Tata Cara Misa Seenaknya

VATIKAN, Pena Katolik — Paus Leo XIV memberikan teguran sekaligus arahan tegas kepada para imam di seluruh dunia untuk menghormati “norma-norma liturgi” yang berlaku dalam Gereja Katolik. Ia mengingatkan, para pastor agar tidak melakukan perubahan atau modifikasi pada Tata Perayaan Ekaristi (TPE) seenaknya atas inisiatif sendiri. Hal ini untuk menghindari kebingungan di antara umat beriman. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Bapa Suci di hadapan ribuan peziarah yang memadati Lapangan Santo Petrus dalam audiensi umum pada Rabu, 27 Mei 2026.

“Saya mendorong semua imam untuk menghormati teks dan norma-norma liturgi dengan keterbukaan, kerendahan hati, kepercayaan pada kebesaran Tuhan, dan dengan kesetiaan yang tulus kepada persekutuan gerejawi,” ujar Paus Leo XIV.

Dalam katekese dan refleksinya kali ini, Paus Leo XIV berfokus pada konstitusi Konsili Vatikan II, yaitu Sacrosanctum Concilium. Dokumen sejarah yang diproklamasikan oleh Santo Paulus VI pada 4 Desember 1963 ini merupakan salah satu pilar terpenting yang mengubah cara umat Katolik di seluruh dunia merayakan Misa hingga saat ini.

Paus menjelaskan, bahwa Konsili Vatikan II pada masanya menangkap adanya kebutuhan kuat untuk memperbarui bentuk-bentuk ritual Gereja. Pembaruan ini dilakukan guna memuliakan Tuhan dan menguduskan umat. Namun, ia menggarisbawahi, bahwa pembaruan tersebut tidak boleh menabrak tradisi suci yang sudah ditetapkan.

“Konsili menegaskan bahwa kemajuan dalam liturgi juga harus melestarikan tradisi yang baik, dan bahwa unsur-unsur tertentu dari liturgi tidak boleh berubah karena ditetapkan secara ilahi,” tegasnya.

Paus Leo XIV mengutip pandangan mendiang Paus Benediktus XVI, yang menyatakan bahwa tradisi dan kemajuan tidak seharusnya dipertentangkan. Menurutnya, tradisi adalah realitas yang hidup yang di dalamnya mencakup prinsip perkembangan yang dinamis.

Bapa Suci juga mengingatkan bahwa setiap reformasi dalam tubuh Gereja harus selalu didahului oleh penyelidikan teologis, historis, dan pastoral yang cermat demi kebaikan seluruh umat Allah.

“Magisterium konsili, dengan cara ini, menyerukan untuk menghindari kebingungan di antara umat beriman, mencegah siapa pun untuk menambah, mengurangi, atau mengubah apa pun dalam hal-hal liturgi atas inisiatif mereka sendiri,” tambah Paus.

Ia berharap liturgi modern saat ini tetap menjadi kekuatan pendorong evangelisasi yang energinya terus diperbarui sesuai dengan tradisi Katolik yang otentik dan hidup. Di akhir audiensi umumnya, Paus Leo XIV mengalihkan perhatian dunia pada eskalasi konflik global yang kian memanas. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas intensifikasi perang yang terjadi baru-baru ini di Ukraina, terutama karena serangan-serangan terbaru yang mulai menyasar wilayah warga sipil.

Bapa Suci mempercayakan seluruh korban yang terdampak perang kepada perlindungan Bunda Maria, Ratu Perdamaian, seraya menegaskan kembali posisi Gereja yang menolak keras segala bentuk kekerasan militer.

“Perang tidak menyelesaikan masalah; justru memperburuknya. Perang tidak membangun keamanan; melainkan melipatgandakan penderitaan dan kebencian. Di mana rudal dan drone jatuh, harapan hancur, rumah dan tempat ibadah hancur, dan nyawa orang tak bersalah direnggut,” pungkas Paus.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini