Paus Leo XVI Mengunjungi Universitas La Spienza Roma, Memenuhi Mimpin Benediktus XIV pada 18 Tahun Silam

ROMA, Pena Katolik – Paus Leo XIV melakukan perjalanan sejauh lima mil melintasi Roma, 14 Mei 2026. Meskipun jaraknya pendek, perjalanan ini memiliki bobot simbolis yang signifikan. Ia mengunjungi Universitas La Sapienza, sebuah institusi publik Italia. Ia menyampaikan pidato penting kepada mahasiswa dan fakultas di Aula Magna.

Paus datang pada pagi hari Kamis Kenaikan Yesus Kristus — hari libur nasional di Vatikan, tetapi bukan di Italia. Pada kesempatan ini, Paus Leo XIV membahas hubungan antara iman dan akal. Topik ini yang sangat penting bagi Benediktus XVI, namun kehadirannya dilarang di kampus negeri itu 18 tahun yang lalu.

Universitas La Sapienza di Roma didirikan pada tahun 1303 di wilayah yang saat itu merupakan Negara Kepausan. Kampus ini dinasionalisasi setelah monarki Italia merebut kota tersebut pada tahun 1870.

Pada tahun 2008, Paus Benediktus XVI membatalkan kunjungan ke kampus ini, setelah mahasiswa memprotes usulan tersebut, dengan menuduh Benediktus XVI “anti-sains”, klaim yang kemudian dengan sendiri terbantahkan.

Saat kunjungannya, Paus Leo tidak menyebutkan insiden tersebut, yang terjadi hampir dua dekade lalu. Ia mendorong setiap orang untuk mencari lebih banyak kesempatan untuk berdialog.

“Kalian tahu bahwa saya secara spiritual terhubung dengan Santo Agustinus, yang merupakan seorang pemuda yang gelisah. Ia juga membuat kesalahan serius, tetapi tidak ada yang hilang dari hasratnya akan keindahan dan kebijaksanaan,” katanya kepada para mahasiswa.

Paus Leo mengatakan, bahwa ada “masa-masa sulit” bagi setiap orang. Setiap orang hidup dalam tekanan, terutama karena pekerjaan. Beberapa orang mungkin memiliki kesan bahwa masa-masa sulit tidak pernah berakhir. Selanjutnya, Paus menekankan arti penting menjadi diri sendiri.

“Menjadi diri sendiri, sesungguhnya, adalah komitmen utama kehidupan setiap pria dan wanita. ‘Siapakah kamu?’ adalah pertanyaan yang kita ajukan satu sama lain; pertanyaan yang diam-diam kita ajukan juga kepada Tuhan; pertanyaan yang hanya kita yang dapat menjawabnya, untuk diri kita sendiri, tetapi yang tidak pernah dapat kita jawab sendirian,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini