VATIKAN, Pena katolik – Paus Leo XIV kembali menyuarakan keprihatinan mendalam atas konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, menyusul tragedi serangan militer yang menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Iran. Bapa Suci menegaskan bahwa perlindungan terhadap nyawa manusia harus berada di atas agenda politik mana pun.
Pernyataan ini disampaikan Paus dalam konferensi pers di atas pesawat kepausan saat dalam perjalanan kembali ke Roma setelah kunjungan 11 hari di Afrika, Kamis 23 April 2026. Jawaban tersebut dibuat atas surat menyentuh hati yang dikirimkan oleh para orang tua korban serangan 28 Februari 2026 lalu, yang menewaskan lebih dari 150 orang.
Dalam pidato tidak resminya kepada jurnalis, Paus Leo XIV menekankan bahwa perdebatan mengenai politik internasional seringkali melupakan penderitaan rakyat sipil.
“Isu utamanya bukanlah apakah perlu ada pergantian rezim atau tidak; isu utamanya adalah bagaimana mempromosikan nilai-nilai yang kita yakini tanpa mengorbankan nyawa begitu banyak orang yang tidak bersalah,” tegas Paus Leo XIV.
Bapa Suci menyebut situasi di Iran sangat “kompleks” dan “kacau,” terutama dengan ketidakpastian gencatan senjata di mana sikap Amerika Serikat dan Iran terus berubah-ubah. Beliau memperingatkan bahwa selain krisis ekonomi global, ada populasi seluruh negara yang menderita akibat perang ini.
Surat yang diterima Paus, yang ditulis dalam bahasa Farsi, mengungkapkan kepedihan luar biasa para keluarga korban. “Hari ini, alih-alih merasakan hangatnya pelukan anak-anak kami, kami hanya bisa memegang tas mereka yang hangus dan buku harian yang bersimbah darah,” tulis para orang tua dalam kutipan surat tersebut.
Mereka menyatakan bahwa advokasi perdamaian yang konsisten dari Paus memberikan “sentuhan penyembuhan bagi hati kami yang hancur.” Mereka juga berharap agar seruan Paus untuk “meletakkan senjata” didengar oleh pihak-pihak yang bertikai.
Tanggapan AS
Di sisi lain, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menyatakan bahwa serangan terhadap sekolah di Minab saat ini masih dalam proses penyelidikan. Hingga saat ini, pihak Pentagon belum secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan tanggapan dingin terhadap komentar Paus. Ia menegaskan bahwa militer AS menjalankan perintah presiden berdasarkan otoritas hukum dan Konstitusi.
“Kami tahu apa misi kami. Kami memiliki pengacara di mana-mana yang meninjau apa yang kami lakukan dan mengapa kami melakukannya,” ujar Hegseth pada 24 April.
Menutup pernyataannya, Paus Leo XIV mendesak semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan terus mengupayakan dialog. Beliau menekankan pentingnya melindungi warga sipil yang selama ini sering terabaikan di berbagai titik konflik dunia.
“Saya mendorong kelanjutan dialog demi perdamaian, agar semua pihak melakukan segala upaya untuk mempromosikan perdamaian dan menghilangkan ancaman perang,” pungkasnya.



