KUPANG, Pena Katolik – Gereja Katedral Kristus Raja Kupang menjadi saksi bisu perayaan syukur mendalam pada Senin (13/4/2026). Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, ini mensyukuri momen iman penting bagi umat Katolik di wilayah tersebut.
Momen tersebut pencanangan menuju 60 tahun berdirinya Keuskupan Agung Kupang (1967–2027). Dalam homilinya, Mgr. Hironimus menekankan bahwa menjadi pengikut Kristus bukan sekadar ketaatan lahiriah pada hukum, melainkan sebuah transformasi batin melalui “kelahiran baru” oleh Roh Kudus.
“Menyatakan nama Kristus berarti ikut ambil bagian dalam misi-Nya, hidup menurut nilai-Nya, bahkan siap menderita bersama-Nya,” ujar Mgr. Hironimus di hadapan umat yang hadir. Ia mengajak umat merefleksikan iman mereka agar tidak ragu seperti sosok Nikodemus, melainkan berani menjadi saksi Kristus yang autentik.
Perayaan ini juga menjadi ajang refleksi atas sejarah panjang Keuskupan Agung Kupang. Mgr. Hironimus mengenang jasa dua pendahulunya Mgr. Gregorius Manteiro, SVD, uskup pertama yang menanamkan fondasi keadilan demi perdamaian (Opus Justitiae Pax). Ia juga mengenang Mgr. Petrus Turang, Gembala kedua yang dikenal melalui kesetiaan dan kesederhanaannya dalam melayani sesama (Pertransit Benefaciendo).
Mengenang satu tahun berpulangnya Mgr. Petrus Turang, ia berpesan agar umat tidak terjebak dalam nostalgia, melainkan menjadikan teladan almarhum sebagai api semangat untuk melanjutkan karya pelayanan.



