Semangat Gotong Royong 18 KK di Lembata Buahkan Kapela Baru, Diberkati Langsung Uskup Larantuka

LEMBATA, Pena Katolik – Momen bersejarah dan penuh rahmat membungkus Dusun Motong, Stasi Lerek, Paroki Hati Amat Kudus Lerek, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata. Pada Minggu (14/6/2026), Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Pr., secara resmi memberkati Kapela Santo Andreas Motong sekaligus menerimakan Sakramen Krisma kepada 139 umat dari seluruh Paroki Lerek.

Peristiwa ini terasa sangat istimewa karena Dusun Motong di kawasan pegunungan Atadei ini hanya dihuni oleh 18 kepala keluarga dengan total 51 jiwa. Meski dengan keterbatasan jumlah warga, semangat gotong royong umat yang hidup dalam kesederhanaan tersebut berhasil mendirikan kapela kokoh berukuran 8 x 20 meter sebagai pusat pertumbuhan iman.

Dalam khotbahnya pada perayaan syukur bertema “Menjadi Bait Allah yang Hidup dalam Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Harapan” tersebut, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menegaskan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama di hadapan Allah tanpa memandang perbedaan asal-usul. Kepada para penerima Sakramen Krisma, Uskup berpesan agar mereka berani menjadi saksi Kristus yang tangguh di tengah masyarakat.

“Roh Kudus sudah ada dalam diri kita sejak baptisan, dan melalui Krisma kita dikuatkan untuk memberi kesaksian,” ujar Uskup Larantuka.

Rasa haru dan syukur mendalam disampaikan oleh Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Lerek, Philipus Pelile Watun, serta Ketua Panitia Pembangunan, Rudi Witin. Mereka mengapresiasi seluruh umat dan para dermawan, khususnya Komunitas Jala Kasih Jakarta selaku donatur utama yang turut hadir langsung dalam perayaan.

Acara sakral ini juga dihadiri oleh jajaran hierarki gereja seperti Sekretaris Uskup RD. Fransiskus Kwaelaga, Deken Lembata RD. Blasius Masang Kleden, dan Pastor Paroki Lerek RD. Kristo Soge. Dari pihak pemerintah, hadir Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq bersama Camat Atadei Adrianus Demor. Dalam sambutannya, Bupati Petrus menegaskan komitmennya bahwa kehadiran pemerintah harus dapat dirasakan secara nyata hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini