Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Tim Parkir Paroki Cikarang Gelar Pelatihan Berbasis Kasih

CIKARANG, Pena Katolik – Gereja Ibu Teresa Paroki Cikarang melakukan langkah progresif dalam membenahi kualitas pelayanan umat. Bukan melalui mimbar liturgi, melainkan melalui penguatan garda terdepan di lapangan: Tim Parkir.
​Sebanyak 135 peserta yang terdiri dari para Ketua Lingkungan, Person in Charge (PIC) Parkir Lingkungan, serta Dewan Paroki Harian (DPH) Pendamping Sektor Baru berkumpul di SD Pangudi Luhur Delta Mas, pada Minggu, 22 Februari 2026. Mereka mengikuti rangkaian “Sosialisasi, Koordinasi, dan Pelatihan Parkir” yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis sekaligus menyuntikkan spiritualitas mendalam ke dalam tugas yang kerap dianggap remeh.

​ Memutus Stigma “Pelayan Kelas Dua”

​Inti dari kegiatan ini adalah misi besar untuk melakukan dekonstruksi terhadap makna kesucian dalam pelayanan gereja. Selama ini, muncul persepsi di tengah umat bahwa kekudusan seolah-olah hanya milik mereka yang mengenakan jubah putih di depan altar atau mereka yang bertugas dalam lingkaran liturgi utama.
​Pelatihan ini secara tegas menepis pandangan tersebut. Melalui diskusi reflektif, ditekankan bahwa rompi parkir yang basah oleh keringat memiliki derajat kesucian yang sama dengan jubah putih di altar.
​”Kekudusan tidaklah eksklusif. Boleh jadi ‘kunci surga’ justru sedang dipegang oleh mereka yang mengatur lalu lintas di bawah terik matahari, memastikan emosi umat tetap terjaga sebelum memasuki rumah Tuhan,” ungkap narasi refleksi dalam kegiatan tersebut. Pesan sentralnya jelas: Pelayanan bukan soal posisi, melainkan disposisi hati.

​ Penguatan Teknis dan Modernisasi Alat

​Meskipun aspek spiritual menjadi ruh kegiatan, Tim Parkir Paroki Cikarang 2026 tidak melupakan urgensi profesionalisme di lapangan. Mengingat dinamika kendaraan yang semakin padat di wilayah Kabupaten Bekasi, peserta dibekali dengan penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

​ Fokus utama pelatihan teknis meliputi:
​ Penggunaan Alat Modern:
Pelatihan pengenalan dan penggunaan radio komunitas Handy Talky (HT) untuk mempercepat koordinasi antar-titik.

​ Literasi Lalu Lintas:
Pemahaman mendalam mengenai aturan lalu lintas di area depan gereja yang bersinggungan langsung dengan jalan publik.

​ Manajemen Logistik:
Koordinasi pengaturan arus masuk dan keluar kendaraan, terutama untuk persiapan hari-hari besar keagamaan.

​DPH Peribadatan, Andreas Susandy, bersama Hendry Kuswahyudi hadir memberikan input session yang membakar semangat para peserta. Hendry menekankan bahwa parkir bukanlah sekadar urusan memindahkan kendaraan.
​”Karya pelayanan parkir adalah bagian tak terpisahkan dari peribadatan. Diharapkan melalui peran ini, kita dapat mewujudkan liturgi yang hidup dan memerdekakan bagi seluruh umat yang datang,” ujar Hendry Kuswahyudi dalam sesinya.

​ Membangun Kemandirian Lingkungan

​Secara organisatoris, kegiatan ini bertujuan membangun kemandirian di tingkat lingkungan. Tim Parkir Paroki 2026 mendorong agar keterlibatan umat dalam karya parkir muncul dari kesadaran pribadi yang mendalam, setara dengan semangat tugas paduan suara (koor) atau petugas lektor.
​Heribertus Hastha dari Tim Parkir PCGIT menyampaikan harapannya agar setelah pelatihan ini, keterlibatan aktif lingkungan semakin meningkat.
​”Kami berharap umat lebih terketuk untuk menaati dan memahami peran petugas parkir demi kelancaran misa. Pelatihan ini adalah awal untuk meningkatkan semangat dan kompetensi, dan akan terus berlanjut ke depannya,” tegas Heribertus.
​Sebagai bentuk dukungan konkret, setiap peserta akan dibekali dengan modul serta booklet blueprint karya parkir Paroki Cikarang. Dokumen ini akan menjadi kompas bagi lingkungan dalam menjalankan tugas secara mandiri namun tetap terstandarisasi.

​ Manifestasi Visi “Paguyuban yang Merakyat”

​Program ini merupakan perwujudan nyata dari visi Paroki Cikarang sebagai “Paguyuban yang Merakyat dan Berbagi.” Dengan mengelola area parkir secara profesional, ramah, dan manusiawi, Gereja Ibu Teresa berupaya hadir sebagai simbol persatuan di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi yang heterogen.
​Melalui sapaan ramah dan senyum dari umat kepada petugas di gerbang gereja, sekat eksklusivitas diharapkan runtuh. Petugas parkir kini dipandang sebagai Rekan Kerja di ladang Tuhan yang memastikan suasana pelayanan tidak hanya tertib secara hukum, tetapi juga sejuk secara rohani.

​ Apresiasi dan Motivasi

​Menutup rangkaian acara yang penuh antusiasme tersebut, panitia membagikan berbagai doorprize menarik. Momen puncak terjadi saat pemberian penghargaan bagi lingkungan dengan tingkat keterlibatan paling tinggi dalam karya parkir selama periode Oktober 2025 hingga Januari 2026.
​Penghargaan tersebut jatuh kepada Lingkungan Ratu Rosari, yang dinilai paling konsisten dan aktif mengirimkan personelnya untuk melayani umat di area parkir.

Tim Parkir PCGIT

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini