ROMA, Pena Katolik – Jumlah imam Katolik di seluruh dunia mencatatkan kenaikan untuk pertama kalinya setelah lima tahun tanpa pertumbuhan. Afrika dan Asia menjadi penggerak utama pertumbuhan ini, sementara Benua Eropa kembali mengalami penurunan.
Berdasarkan laporan statistik terbaru yang dirilis oleh kantor berita Vatikan, Fides, menjelang peringatan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100, total imam Katolik di seluruh dunia kini mencapai 407.421 orang. Angka ini bertambah 425 orang dibandingkan tahun sebelumnya (dari total 406.996 imam). Data yang bersumber dari Statistical Yearbook of the Church ini mencatat keadaan per 31 Desember 2024.
Benua Afrika mencatatkan lonjakan tertinggi dengan penambahan 1.676 imam, disusul oleh Asia yang bertambah 1.065 imam. Benua Amerika juga berhasil membalikkan tren penurunan tahun sebelumnya dengan mencatat penambahan 199 imam.
Sebaliknya, Eropa kehilangan 2.483 imam dalam kurun waktu satu tahun, sedangkan wilayah Oseania mencatat penurunan sebanyak 32 imam.
Kenaikan secara keseluruhan ini didorong oleh pertumbuhan jumlah imam projo (diosesan) yang mencapai 279.238 orang—meningkat 496 orang dari pendataan sebelumnya. Sementara itu, jumlah imam dari ordo/kongregasi kebiaraan (religius) turun sebanyak 71 orang, menjadi 128.183 imam.
Meskipun jumlah imam meningkat, rasio pemeliharaan umat justru mengalami penyempitan. Rata-rata jumlah umat Katolik per satu orang imam naik menjadi 3.491 jiwa (bertambah 38 orang). Sementara itu, rata-rata rasio penduduk dunia per satu imam naik menjadi 16.104 jiwa.
Seminaris Menurun
Di tengah meningkatnya jumlah imam, tantangan muncul dari berkurangnya jumlah calon imam (seminaris). Jumlah seminaris tinggi (mayor) di seluruh dunia tercatat sebanyak 103.604 orang, atau menurun 2.891 orang dari tahun sebelumnya.
Afrika menjadi satu-satunya benua yang mencatatkan pertumbuhan seminaris tinggi, dengan penambahan 786 orang. Sebaliknya, Asia mengalami penurunan cukup tajam sebanyak 2.733 seminaris, Eropa berkurang 701 orang, Amerika berkurang 227 orang, dan Oseania berkurang 16 orang.
Tren serupa terjadi pada seminaris menengah (minor) yang turun menjadi 94.041 orang (berkurang 980 orang). Afrika kembali membalikkan keadaan dengan menambah 132 seminaris menengah dan Oseania bertambah 20 orang. Namun, Eropa kehilangan 872 seminaris, Asia berkurang 182 orang, dan Amerika berkurang 78 orang.
