Uskup Agung Fulton Sheen Resmi Dideklarasikan Sebagai “Beato”

ST. LOUIS, Pena Katolik — Uskup Agung Fulton Sheen, yang mengawali hidupnya dari sebuah kota kecil di Illinois hingga menjadi akademisi serta komunikator iman Katolik terkemuka, resmi dideklarasikan sebagai “Beato”.

Di hadapan puluhan ribu umat yang memadati The Dome at America’s Center pada 24 September 2026, status pemuliaan tokoh media massa tersebut dibacakan melalui dekret resmi yang ditandatangani oleh Paus Leo XIV. Melalui dekret tersebut, Paus Leo XIV menetapkan hari peringatan (feast day) Beato Fulton Sheen jatuh pada tanggal 9 Desember, yang bertepatan dengan tanggal wafatnya, dan direncanakan akan masuk ke dalam kalender liturgi Gereja Katolik di Amerika Serikat.

Kardinal Luis Tagle, wakil Paus sekaligus selebran utama Misa Beatifikai tersebut, merefleksikan makna mendalam dari gelar “Beato” dalam khotbahnya. Ia menggarisbawahi bahwa sepanjang sejarah, banyak penganut iman Kristen mengalami penganiayaan, namun hidup mereka tetap diwarnai oleh sukacita.

Kardinal Tagle menegaskan bahwa relasi Sheen yang begitu dalam dan rendah hati dengan Yesus Kristus, serta solidaritas radikalnya terhadap kaum miskin dan rentan, merupakan ciri khas kehidupannya sebagai seorang misionaris yang patut diteladani oleh seluruh umat Katolik.

Meskipun memiliki popularitas duniawi yang sangat besar dan mendampingi tak terhitung banyaknya katekumen yang masuk Katolik, Sheen tidak pernah mengklaim para jiwa tersebut sebagai hasil usahanya sendiri. Ia justru menggambarkan dirinya sebagai seorang “pelayan pintu” (porter) yang sekadar menuntun orang-orang menuju pintu rumah Allah yang terbuka lebar.

Dalam khotbahnya, Kardinal Tagle memproklamasikan bahwa Fulton Sheen disebut berbahagia karena ia adalah seorang penginjil yang gigih dan kreatif, serta seorang pembela misi Gereja. Berbahagialah penginjil yang bertobat karena melihat dan menyentuh luka-luka Kristus yang bangkit pada diri saudara-saudari yang terluka, serta misionaris yang menggali jauh ke dalam hati kaum miskin untuk menemui Yesus di sana.

Misa sakral ini dipadati oleh umat Katolik dari berbagai rentang usia, mulai dari kalangan lansia yang pernah menyaksikan acara televisi Sheen pada masa lampau hingga keluarga-keluarga muda yang membawa anak-anak mereka. Perayaan diawali dengan prosesi megah yang melibatkan sekitar 1.000 imam, 89 uskup, serta ratusan seminaris dan diakon.

Momen puncak beatifikasi terjadi di awal perayaan saat dekret dibacakan dalam bahasa Latin oleh Kardinal Tagle selaku Pro-Prefek Dikasteri untuk Penginjilan, lalu dilanjutkan dalam bahasa Inggris oleh Uskup Louis Tylka dari Keuskupan Peoria, Illinois, tempat lahir Sheen. Segera setelah pembacaan dekret, potret resmi Beato Fulton Sheen yang dilengkapi lingkaran halo diungkap diiringi tepuk tangan meriah, bersamaan dengan pembukaan potret serupa di makamnya di Katedral St. Mary of the Immaculate Conception, Peoria.

Sebelum Misa dimulai, Monsinyur Jason Gray selaku Direktur Eksekutif Yayasan Uskup Agung Fulton J. Sheen menyampaikan bahwa terdapat enam klaim mukjizat yang dihubungkan dengan doa permohonan melalui intersesi Sheen dalam proses menuju kanonisasi sebagai Santo.

Setiap mukjizat yang terjadi sejak beatifikasinya diumumkan oleh Paus Fransiskus pada Juli 2019 dapat dihitung untuk proses kanonisasi tersebut. James Fulton Engstrom, remaja berusia 16 tahun yang menerima mukjizat kesembuhan setelah jantungnya berhenti berdetak selama 61 menit—mukjizat yang membuka jalan bagi beatifikasi Sheen—turut hadir dan bertugas membawa relikui Beato Fulton Sheen dalam Misa tersebut.

Umat Katolik dari berbagai penjuru dunia menyambut penuh syukur keteladanan Sheen sebagai misionaris yang sangat kreatif dan efektif dalam memanfaatkan berbagai media untuk membagikan kasih Kristus. Pastor Solomon Patrick Zaku, Direktur Nasional Serikat Misi Kepausan di Nigeria yang datang khusus ke Amerika Serikat, mengungkapkan keteladanannya atas kebiasaan Sheen melakukan Adorasi Jam Suci setiap hari yang kini menjadi bagian dari rutinitas serta sumber inspirasi hidup imamatnya. Ia juga secara rutin mendoakan Rosario Misi yang dahulu diperkenalkan oleh Uskup Agung Fulton Sheen, sebagai bagian dari upayanya terus mengobarkan semangat misi di tengah umat.

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini