Lukisan Wafatnya Perawan Maria yang Tersembunyi Lebih dari Seratus Tahun di Sebuah Pulau di Yunani

YUNANI, Pena katolik – Di Gereja Dormisi Perawan Maria (Kematian Perawan Maria) di Hermoupolis, di Pulau Cycladic Syros, Yunani tergantung sebuah lukisan kecil di atas panel: tempera dan daun emas, berukuran 24,2 x 17,7 inci. Lukisan ini menggambarkan kematian Maria yang dikelilingi oleh para rasul dan Kristus yang bangkit. Selama kurang lebih 150 tahun, lukisan itu dihormati sebagai gambar suci oleh umat beriman di Syros tanpa ada yang tahu siapa pembuatnya.

Pada tahun 1983, seorang arkeolog bernama Georgios Mastoropoulos menemukan tanda tangan pada lukisan itu, dengan nama pelukis Doménicos Theotokópoulos, yang kita kenal sebagai El Greco.

Perjalanan Misterius

Bagaimana karya langka ini bisa terdampar di Syros? Lukisan ini diperkirakan dibawa oleh para pengungsi dari Pulau Psara yang melarikan diri saat Perang Kemerdekaan Yunani meletus pada dekade 1820-an.

Jejak perjalanan lukisan ini diperkirakan bermula dari sebuah biara di Psara. Meski demikian, dokumen perjalanannya dari Kreta, Psara, hingga Syros, tidak pernah sepenuhnya lengkap. Namun satu hal yang pasti: keaslian karya El Greco di gereja tersebut kini tak lagi terbantahkan.

Setelah tanda tangan El Greco ditemukan, lukisan itu dipindahkan ke Museum Bizantium di Athena untuk konservasi. Selanjutnya, lukisan ini dikembalikan ke gereja semula di Syros, di mana lukisan itu tetap berada hingga sekarang.

Jembatan Dua Dunia dalam Sehelai Panel

Lukisan Kematian Perawan Maria ini dibuat sekitar tahun 1565–1566 pada akhir periode El Greco di Kreta—tepat sebelum sang seniman berhijrah ke Venesia, mungkin sekitar tahun 1567. Lukisan ini mencerminkan tradisi melukis ikon khas Sekolah Kreta tempat El Greco menempa keahlian dasarnya.

Lukisan ini menggunakan tempera dan emas di atas panel. Komposisi ini mengikuti pola ikonografi Bizantium yang sudah mapan.

Dalam penggambarannya, Maria berbaring di sekelilingnya para rasul berkumpul dalam kesedihan, Kristus di tengah memegang jiwanya seperti bayi yang dibungkus kain. Meski begitu, ada corak yang menunjukkan, bahwa ada sesuatu yang tidak akan terdapat dalam lukisan Bizantium murni. Ini menunjukkan adanya pelonggaran kekakuan tradisional. Selain itu, karakter lukisan ini masih menunjukkan jejak pengaruh Renaisans Italia yang diserap dari ukiran yang beredar di Kreta.

Campurannya halus dan dikalibrasi dengan sangat tepat. Ini adalah karya seorang pelukis muda di ambang transformasi yang belum sepenuhnya ia alami.

Makna Sakral Dormisi Perawan Maria

Istilah Dormition—berasal dari bahasa Latin dormitio (tidur) atau dalam bahasa Yunani “Κοίμησις της Θεοτόκου” (Koimesis tis Theotokou), ‘tertidurnya pembawa Tuhan’ (tertidurnya Sang Bunda Allah). Penggambaran ini merujuk pada keyakinan, bahwa Maria tidak wafat secara biasa, melainkan “tertidur”. Ini terjadi sebelum diangkat jiwa dan raganya ke surga. Ini mengacu pada kematian Perawan Maria sebagaimana dipahami dalam beberapa tradisi Kristiani.

Alih-alih meninggal dalam arti biasa, Maria dikatakan telah “tertidur” sebelum diangkat tubuh dan jiwanya ke surga. Perayaan Dormisi dirayakan pada tanggal 15 Agustus di Gereja Ortodoks Timur. Taggal ini sama dengan Hari Raya Kenaikan Maria (Maria Assumpta) dalam Gereja Katolik. Perayaan ini merupakan salah satu dari 12 Perayaan Besar — ​​Δωδεκάορτον (Dodekaorton) — dalam tahun liturgi Ortodoks.

Mengubah Sejarah

Penemuan tanda tangan di Pulau Syros menjadi salah satu momen paling krusial dalam sejarah seni. Peristiwa ini menjadi momen paling penting dalam kajian sejarah seni abad ke-20.

Sebelum 1983, periode awal El Greco di Kreta sangat minim dokumentasi. Penemuan ini langsung membuka jalan bagi otentikasi tiga karya awal El Greco lainnya: Lukisan Syros mengubah hal itu. Hal ini secara langsung mengarah pada otentikasi tiga karya awal lainnya — Triptik Modena, Lukisan Santo Lukas tentang Perawan dan Anak, dan Pemujaan Tiga Raja — dan membentuk kembali seluruh pemahaman ilmiah tentang pembentukannya.

Lukisan ini menunjukkan, bahwa seniman yang kemudian menghasilkan figur-figur dramatis dan memanjang serta komposisi visioner di Toledo, telah memulai kariernya sepenuhnya tertanam dalam tradisi lukisan ikon Bizantium dan Kreta, sementara sudah menyerap pengaruh Renaisans Italia. Pembentukan ganda itu — kedalaman Bizantium, dinamisme Renaisans — adalah kunci dari semua yang akan menjadi El Greco di kemudian hari.

Para sarjana juga telah mencatat hubungan komposisi langsung antara Dormisi Syros dan mahakarya El Greco di Toledo, “Penguburan Pangeran Orgaz” (1586). Struktur kedua lukisan tersebut mengikuti logika yang sama. Ikonografi Bizantium tentang Dormisi Theotokos yang diserap pelukis muda itu di Kreta, dua dekade kemudian dan di benua yang berbeda, menjadi kerangka komposisi lukisan yang dianggap sebagai pencapaian terbesarnya.

Dualisme identitas—kedalaman spiritual Bizantium yang berpadu dengan dinamisme Renaisans Italia—merupakan kunci utama dari seluruh karya besar El Greco di kemudian hari. Bahkan, para ahli menemukan hubungan struktur komposisi yang langsung antara Dormition of the Virgin dan mahakarya terbesarnya di Toledo, The Burial of the Count of Orgaz (1586). Pola Bizantium yang diserap El Greco muda di Kreta rupanya menjadi “tulang punggung” bagi karya agungnya dua dekade kemudian di belahan eropa yang berbeda.

Tetap Menjadi Abadi di Tempat Asalnya

Dormition of the Virgin tidak pernah dipindahkan secara permanen ke museum. Lukisan itu tetap berada di Gereja Dormition of the Virgin di Syros, menjalankan fungsi utamanya sebagai objek penghormatan dan doa.

Generasi demi generasi umat telah menatapnya tanpa tahu siapa pembuatnya, dan mereka tetap menatapnya dengan khusyuk setelah rahasia itu terkuak. Pada akhirnya, lukisan ini tetap hidup sesuai takdir yang dirancang oleh El Greco: sebuah ikon suci untuk ditemui dan dihayati, yang sekaligus menjadi saksi bisu dari salah satu perjalanan artistik paling luar biasa dalam sejarah seni Barat.

Dalam pengertian itu, lukisan ini mewujudkan visi El Greco: sebuah ikon—objek perjumpaan, bukan sekadar objek perenungan—yang sekaligus menjadi dokumen bagi salah satu perjalanan artistik paling luar biasa dalam sejarah seni Barat.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini