VATIKAN, Pena Katolik — Kitab Suci Perjanjian Baru tidak mencatat secara rinci kisah hidup banyak pengikut Yesus setelah peristiwa kebangkitan-Nya. Salah satu tokoh penting yang tidak lagi disebutkan adalah Santa Maria Magdalena, yang kerap dijuluki sebagai “Rasul dari para Rasul”. Julukan ini karena perannya sebagai saksi pertama yang menyampaikan kabar kebangkitan Yesus kepada para murid.
Kali terakhir namanya dicatat dalam Injil adalah pada hari Kebangkitan Yesus di Yerusalem. Setelah peristiwa bersejarah tersebut, berkembang berbagai tradisi lisan di kalangan umat Kristiani mengenai perjalanan hidup sang santa.
Sebagian tradisi meyakini ia aktif mewartakan Injil hingga ke Roma, bahkan Prancis selatan. Di Prancis selatan, terdapat sebuah gereja ternama yang mengklaim menyimpan sebagian dari relikui (peninggalan suci) miliknya.
Namun, di tengah beragam versi tersebut, salah satu tradisi kuat dalam Gereja awal menyebutkan bahwa Maria Magdalena mendampingi Perawan Maria dan Santo Yohanes pindah ke Efesus, dan menghabiskan sisa hidupnya di sana. Wilayah ini kini menjadi bagian dari Turki.
Tradisi Gereja Timur
Catholic Encyclopedia mencatat bahwa tradisi Gereja Timur (Yunani) memegang teguh keyakinan bahwa Maria Magdalena pensiun dan wafat di Efesus bersama Bunda Maria. Catatan sejarah dari St. Gregorius dari Tours juga mendukung narasi bahwa ia memang pergi ke kota kuno tersebut.
Pada abad ke-9, Kaisar Leo dari Kekaisaran Bizantium memindahkan jenazah Santa Maria Magdalena dari Efesus ke sebuah gereja di Konstantinopel. Selanjutnya, perjalanan relikui sang santa menjadi semakin kompleks akibat Perang Salib. Menurut catatan sejarah di Gereja San Giovanni dei Fiorentini di Roma, potongan relikui kaki kirinya sempat dipindahkan dan disimpan di Basilika Santo Petrus, Roma.
Saat ini, relikui yang diyakini milik Santa Maria Magdalena tersebar di beberapa tempat, termasuk di Prancis dan Roma. Sementara, tidak ada lagi makam atau relikui yang tersisa di Efesus maupun Konstantinopel.
Tradisi Gereja menegaskan bahwa Santa Maria Magdalena kini bersatu dalam keabadian bersama Sang Pencipta. Umat beriman tidak harus mengetahui secara pasti seluruh rincian akhir hidupnya di dunia untuk dapat menjalin relasi spiritual, memohon doa syafaatnya, serta meneladani kesetiaan dan kasihnya yang luar biasa kepada Kristus.


