BANDAR LAMPUNG, Pena katolik – Suasana hangat dan penuh persaudaraan mewarnai aula gazebo Asilo Hermelink, Bandar Lampung, pada peringatan Hari Seni dan Budaya Keuskupan Tanjungkarang, Selasa 25 Agustus 2026. Acara yang digelar bertepatan dengan momentum bulan kemerdekaan ini diisi dengan Kenduri Nasional hingga berbagai pentas seni lintas budaya.
Kenduri Nasional yang diawali dengan pembagian tumpeng dan berkat ini dihadiri sekitar 30 warga yang mengenakan pakaian adat Jawa, termasuk masyarakat Muslim di lingkungan sekitar. Menurut Koordinator Acara, Pastor Yohanes Agus Susanto, agenda bernuansa kebudayaan Jawa tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus ajakan untuk merawat persaudaraan sejati lintas agama dan suku.
Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan sarana paling efektif untuk merangkul keberagaman.
“Dengan seni yang indah dan budaya yang menarik, kita bisa sampai pada harmoni antara manusia dengan alam,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa Gereja Katolik selalu siap hadir membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dengan mengutamakan kepentingan umum.
Rangkaian acara yang berlangsung dari siang hingga malam ini menyajikan beragam pertunjukan tari tradisional nusantara—seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Gambyong, Tari Tor-tor, hingga Tari Papua—serta pertunjukan Campur Sari yang dinikmati bersama oleh seluruh pengunjung.



