VATIKAN, Pena Katolik — Paus Leo XIV menyampaikan pesan mendalam bagi Gereja di Asia menjelang Sidang Umum ke-12 Federasi Konferensi Para Uskup Asia (Federation Asian Bishop Conference/FABC) yang akan digelar di Jakarta, Indonesia, pada 20 hingga 26 Juli 2026.
Dalam sebuah surat resmi berbahasa Latin yang ditujukan kepada Utusan Khususnya, Kardinal Oswald Gracias (Uskup Agung Emeritus Bombay), Bapa Suci mendesak Gereja Asia untuk menempatkan Tuhan dalam setiap cakrawala tindakan dan menjadikan manusia sebagai pusat dari setiap keputusan. Pada pertemuan FABC ini, Kardinal Gracias ditunjuk sepagai utusan kepausan.
“Jadilah pembangun persekutuan, bukan arsitek Babel; pelayan Kerajaan yang akan datang, bukan penguasa menara-menara yang ditakdirkan untuk runtuh,” tegas Paus Leo XIV, mengulangi seruannya dalam dokumen magisterial Magnifica Humanitas.
Paus Leo XIV mendorong para uskup dan umat beriman di Asia untuk tidak takut “mengotori tangan di tempat pembangunan zaman kita”. Ia menekankan pentingnya merangkul mereka yang tersisih demi mewujudkan rumah bersama yang kokoh dan ramah.
Seruan Damai
Sementara itu, dari Istana Apostolik Castel Gandolfo pada hari Minggu pertama masa liburan musim panasnya, 12 Juli 2026, Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam terkait situasi geopolitik dunia setelah doa Angelus bersama umat di Piazza della Libertà.
Paus menyoroti sejumlah wilayah yang tengah dicengkeram konflik bersenjata, di mana warga sipil terus menjadi korban terbesar: di Timur Tengah, Lebanon dan Ukraina.
Paus meminta dunia untuk tidak kehilangan harapan. Ia memperbarui harapan dan memberi semangat agar tekun di jalan dialog, perjumpaan, dan diplomasi.
“Ini adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan langgeng. Sayangnya, angin perang berembus kembali… menabur kekerasan, teror, dan kematian,” ujar Paus.
Menandai peringatan Sea Sunday, Penerus Takhta Santo Petrus ini juga memberikan apresiasi dan doa khusus bagi para pelaut, nelayan, dan pekerja pelabuhan di seluruh dunia. Paus mencatat bahwa kondisi kerja mereka kini semakin berat dan penuh ketakutan akibat ketegangan militer di jalur laut, padahal mereka menyokong 90 persen perdagangan global.
Sebagai penutup, Paus Leo XIV mengirimkan doa bagi ratusan ribu umat beriman di Polandia yang tengah melakukan ziarah Maria tahunan di Biara Jasna Góra, Częstochowa. Ia mendorong agar mereka mampu menjadi “murid-murid misionaris” dan saksi Injil yang penuh sukacita.
