VATIKAN, Pena Katolik – Sehari setelah Serikat Santo Pius X (SSPX) menahbiskan empat uskup baru, Vatikan mengkonfirmasi ekskomunikasi untuk para uskup baru dan dua uskup yang menahbiskan, 2 Juli 2026. Selain itu, Vatikan juga menyatakan bahwa SSPX dalam “skisma”, atau berada di luar persekutuan dengan Gereja Katolik.
Keputusan ini disampaikan dalam sebuah dekrit yang diterbitkan Dikasteri untuk Ajaran Iman pada tanggal 2 Juli 2026. Dekrit ini menyatakan bahwa para uskup baru dan para penahbis mereka secara otomatis diekskomunikasi. Situasi ini persis mengulang peristiwa yang terjadi pada 30 Juni 1988, ketika Uskup Agung Michel Lefebvre menahbisakan empat uskup.
Diterbitkan pada tanggal 2 Juli oleh Dikasteri untuk Doktrin Iman, dekrit tersebut menetapkan bahwa para uskup yang menahbiskan, Uskup Alfonso de Galarreta dan Uskup Bernard Fellay, serta empat uskup baru yang ditahbiskan, Uskup Pascal Schreiber, Uskup Michael Goldade, Uskup Michel Poinsinet de Sivry, dan Uskup Marc Hanappier, telah dikenai ekskomunikasi “latae sententiae”, ‘ekskomunikasi otomatis’ karena melakukan penahbisan tersebut. Tindakan ini secara otomatis dikenai hukuman yang diatur dalam kanon 1387 dan kanon 1364 § 1 dari KHK 2021.
Dekrit tersebut juga memperingatkan para klerus Katolik dan umat awam untuk tidak mengikuti “skisma” SSPX, dengan ancaman ekskomunikasi otomatis. Dikasteri, dalam catatan penjelasannya, menyesalkan bahwa diskusi doktrinal antara Takhta Suci dan SSPX, sejak zaman Santo Paulus VI, belum menghasilkan persekutuan penuh perkumpulan tersebut dengan Takhta Suci.
Catatan tersebut juga menyatakan bahwa para klerus SSPX “memberikan sakramen secara tidak sah dan bahwa sakramen pengampunan dosa yang diberikan oleh mereka dan pernikahan yang dibantu oleh mereka tidak sah.”
Pada tahun 1988, setelah Uskup Agung Marcel Lefebvre, pendiri SSPX, menahbiskan uskup tanpa mandat kepausan, Vatikan menanggapi dua hari kemudian, memberitahukan kepadanya dan para uskup yang ditahbiskan tentang ekskomunikasi otomatis mereka.
SSPX secara eksklusif merayakan Misa Latin Tradisional dan telah menolak ajaran dan reformasi tertentu dari Konsili Vatikan Kedua, khususnya mengenai kebebasan beragama dan pendekatan Gereja terhadap agama lain.
Berikut ini naskah asli dekrit dan catatan penjelasan dari Dikasteri Ajaran Iman pada 2 Juli 2026:
