Menuju Peringatan 2000 Penebusan Tahun 2033, Paus Leo XIV Ajak Seluruh Denominasi Kristen Bersatu Demi Masa Depan Kemanusiaan

ROMA, Pena Katolik — Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Leo XIV, menegaskan kembali visinya untuk menyatukan seluruh umat Kristen di dunia dalam peringatan 2000 Tahun Penebusan pada tahun 2033. Harapan tersebut disampaikan Bapa Suci saat menerima audiensi delegasi Kristen Ortodoks yang berkunjung ke Roma dalam rangka Hari Raya Santo Petrus dan Paulus.

Pertemuan tahunan ini menjadi tradisi penting dalam hubungan ekumenis kedua Gereja. Dalam sambutannya, Paus Leo XIV mengenang kembali momen pertemuan mereka sebelumnya pada perayaan Santo Andreas—pelindung umat Ortodoks—yang bertepatan dengan peringatan bersejarah Pengakuan Iman Kalsedon/Nikene (Nicene Creed).

Paus menyatakan bahwa peringatan tersebut merupakan kesaksian yang nyata akan persekutuan yang sebenarnya sudah ada di antara mereka yang sama-sama mengimani Allah Bapa, Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Putra Allah, serta Roh Kudus.

“Pengakuan Iman Nikea harus menjadi fondasi dan prinsip panduan dalam perjalanan ekumenis ini. Ini menawarkan model kesatuan sejati di dalam keragaman yang sah: Kesatuan dalam Tritunggal, dan Tritunggal dalam Kesatuan,” ujar Paus Leo XIV, mengutip Surat Apostolik In Unitate Fidei.

Menuju Dua Milenium Penebusan (2033)

Poin krusial yang menjadi sorotan dalam audiensi kali ini adalah pandangan Paus ke masa depan, tepatnya pada tahun 2033, yang secara tradisi diyakini sebagai peringatan 2.000 tahun kebangkitan Yesus Kristus (Tahun Penebusan). Paus Leo XIV mengindikasikan bahwa perayaan monumental ini harus menjadi momentum emas bagi seluruh denominasi Kristen di seluruh penjuru dunia untuk berjalan bersama.

“Semoga perjalanan menuju perayaan milenium kedua Penebusan pada tahun 2033 ini ditempuh bersama oleh semua denominasi Kristen di dunia, sebagai bentuk menemukan kembali karunia dan panggilan untuk menjadi saksi bagi Dia yang Bangkit,” harap Bapa Suci.

Di samping makna teologis, Paus Leo XIV menggarisbawahi bahwa kesatuan umat Kristen memiliki dampak yang sangat krusial bagi tatanan sosial dunia saat ini. Di era yang terus diguncang oleh peperangan, polarisasi yang meruncing, serta pembelahan budaya dan sosial, kekristenan yang rukun menjadi sebuah urgensi.

Paus menegaskan bahwa jika umat Kristen dapat didamaikan dan bersatu dalam pengakuan iman yang satu, mereka akan menjadi tanda perdamaian yang kredibel di dunia. Persatuan ini dinilai akan memberikan kontribusi tegas bagi setiap orang yang berkehendak baik dalam membangun perdamaian global.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini