AGATS, Pena Katolik – Wakil Uskup Agats, Romo Inocensius Rettobyaan, mengungkapkan kegembiraannya atas kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu (21/6/2026).
“Terima kasih atas kunjungan untuk melihat Asmat dari dekat. Semoga pembangunan Gedung Gereja Katedral Agats ini membawa arti besar,” ujar Romo Inocensius. Ia juga berharap kehadiran Wakil Presiden dapat mendorong percepatan penyelesaian pembangunan rumah ibadah tersebut.
Kepala Paroki Katedral Salib Suci Agats-Asmat yang juga Prior OSC Agats, Romo Yulius Hirmawan Christiyanto, OSC, menjelaskan bahwa pembangunan gereja ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2013. Namun, setelah sempat tertunda, pembangunannya baru dilanjutkan kembali pada Oktober 2023 setelah adanya penyederhanaan desain dan revisi anggaran.
“Saat saya menjabat sebagai Kepala Paroki Katedral Agats pada tahun 2021, fondasi cor sudah ada dan usianya sudah sekitar lima tahun. Saat ini, progres pembangunan diperkirakan telah mencapai 60 hingga 70 persen,” jelas Romo Yulius.
Tahap yang sedang berjalan saat ini meliputi pemasangan kayu palang struktur, pengecoran jalan masuk dari pintu gerbang, hingga pemasangan atap genteng sirap.
Menariknya, fondasi dan struktur bangunan ini mengoptimalkan material lokal berupa kayu besi (kayu fagus) yang terkenal sangat kuat. Rencana awal untuk mendatangkan material dari luar Asmat (Jawa) akhirnya dianulir demi mengangkat kearifan lokal.
“Kayu besi adalah simbol kekuatan. Dalam tradisi Asmat, hutan merupakan tempat persemaian roh-roh nenek moyang. Karena semua kayu diambil dari hutan Asmat, narasi Gereja Katedral Salib Suci Agats ini adalah bangunan yang ditopang oleh kayu dan roh para leluhur orang Asmat,” ungkap Romo Yulius.
Secara teknis, total dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan katedral berkapasitas 800 jemaat ini mencapai Rp30 miliar, dan saat ini masih kekurangan sekitar Rp10 miliar.
Romo Yulius memaparkan bahwa pada tahun 2025, panitia menerima sumbangan dari Panitia Natal Nasional 2024 sebesar Rp7 miliar lebih. Selebihnya bersumber dari donatur swasta, swadaya umat, serta donasi aksidental.
Dukungan juga mengalir dari Pemerintah Kabupaten Asmat yang mengucurkan bantuan sekitar Rp1 miliar per tahun yang dibagi dalam dua tahap. Selain itu, Bupati Asmat menginstruksikan kebijakan khusus bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Bupati Asmat menginstruksikan kepada setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk memotong gaji mereka secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing untuk disumbangkan sampai pembangunan gereja selesai,” tambahnya.
Di sisi lain, Romo Yulius menyebutkan bahwa Penjabat Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, sejauh ini belum memberikan bantuan langsung dan baru sebatas komitmen lisan.
Saat meninjau lokasi, Wapres Gibran Rakabuming Raka sempat berbincang hangat mengenai kelanjutan proyek ini. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Ribka Haluk, bahkan mencatat poin-poin penting pembangunan tersebut dengan cermat di buku catatannya.
Wapres Gibran berharap pemerintah dapat terus terlibat aktif hingga Gedung Gereja Katedral Agats selesai dibangun. Tidak hanya gereja, Wapres juga menyatakan ketertarikannya untuk mendukung pengembangan Museum Agats dan Sekolah Lapangan Sagu di Asmat yang berada di bawah naungan karya Keuskupan Agats.
Ketua Komisi Sosial Ekonomi Keuskupan Agats sekaligus kontraktor proyek, Aji Sayekti, memaparkan spesifikasi bangunan katedral yang memiliki lebar 18 meter dan tinggi mencapai 65 meter. Ia mengaku terkejut dengan kunjungan mendadak dari orang nomor dua di Indonesia tersebut.
“Perkiraan kita semua meleset karena awalnya kami menyeting momen kedatangan Wapres bertepatan dengan Pesta Budaya Asmat. Walaupun mendadak, kunjungan ini sungguh bermakna karena Beliau bisa melihat langsung proses pembangunan fisik katedral. Kami sangat berterima kasih,” kata Aji.
Selain meninjau pembangunan Gereja Katedral, agenda kunjungan kerja Wapres di Asmat mencakup dua lokasi lainnya, yaitu RSUD Perpetua J. Safanpo serta Museum Kebudayaan dan Pembangunan Asmat.
Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut: Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Ribka Haluk; Pj. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo; Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo; Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Yoseph Yanawo Yolmen; Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebz; dan Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. (Agapitus Batbual/Merauke)
