CASALBA, Pena Katolik – Sebuah paroki kecil di kota Casalba, Italia, mendadak menjadi pusat perhatian media setelah sebuah patung Santo Padre Pio dilaporkan mengeluarkan air mata darah. Meskipun pastor paroki setempat meyakini keaslian fenomena tersebut, otoritas Gereja Katolik kini tengah bersiap melakukan investigasi resmi untuk memverifikasi kebenarannya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui di paroki Santa Maria delle Grazie (Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda). Seorang umat paroki menyadari adanya detail yang tidak biasa pada wajah patung orang kudus asal Pietrelcina tersebut. Sebuah tetesan air mata berwarna kemerahan yang menyerupai darah tampak mengalir dari mata kiri patung.
Mendengar laporan tersebut, Pastor Paroki Pater Girolamo Capuano segera menuju lokasi untuk memastikan keadaan. Ia sempat mencoba membersihkan noda merah tersebut, namun tidak berhasil. Patung berbahan fiberglass yang telah berdiri di pintu masuk gereja selama dua dekade itu kini telah dipindahkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium.
Tanda yang Diwartakan
Dalam wawancaranya dengan program Mattino Cinque di Mediaset Italia, Pater Capuano mengimbau masyarakat untuk tetap bijaksana. Ia menegaskan bahwa pembukaan kasus ini ke publik bukan demi mencari popularitas.
“Tanda-tanda seperti ini diberikan kepada kita semua agar dibagikan dengan kebijaksanaan, kasih, dan ketajaman rohani. Hal ini perlu diketahui karena melalui tanda seperti ini, banyak orang memulai perjalanan iman mereka,” ujar Pater Capuano.
Pater Capuano juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memantau patung tersebut selama 24 jam penuh. Berdasarkan rekaman dari tanggal 1 hingga 30 April, air mata tersebut diperkirakan muncul pada tanggal 18 April tanpa adanya rekayasa.
Selama periode tersebut, dipastikan tidak ada satu pun orang yang mendekati atau memanipulasi patung tersebut, baik siang maupun malam, sehingga memperkecil kemungkinan adanya sabotase. Selain itu, Pater Capuano menambahkan bahwa jalur aliran air mata tersebut sangat sempurna, bahkan pelukis legendaris sekelas Michelangelo pun dinilai tidak akan mampu meniru presisi yang sedemikian rupa.
Meski secara pribadi ia meyakini ini sebagai “tanda otentik dari Tuhan”, ia meminta umat untuk tetap sabar menunggu hasil verifikasi ilmiah, termasuk pengujian apakah noda tersebut mengandung hemoglobin (zat darah) atau zat lain.
“Apapun hasilnya, mereka tidak bisa merampas iman kami,” tegasnya.
Pernah Terjadi
Ini bukan pertama kalinya Kota Casalba diguncang oleh fenomena serupa. Pada tahun 2015, sebuah gambar Perawan Maria juga dilaporkan “menangis”. Namun, setelah dilakukan investigasi mendalam, fenomena tersebut terbukti murni disebabkan oleh rembesan air hujan.
Sesuai dengan Norma Prosedur Penilaian Dugaan Fenomena Supranatural yang dirilis oleh Vatikan, Uskup Keuskupan Capua, Pietro Lagnese, akan memimpin investigasi awal sebelum menyerahkan hasilnya ke Dikasteri Ajaran Iman (DDF) di Vatikan.
Berdasarkan aturan ketat yang diterbitkan Vatikan tersebut, terdapat beberapa tahapan prosedur yang harus dilalui. Pada tahap pemeriksaan awal, Uskup diosesan setempat wajib memeriksa kasus ini terlebih dahulu melalui dialog dengan Konferensi Waligereja terkait. Setelah itu, masuk ke tahap pengawasan dan analisis, di mana seluruh hasil pemeriksaan materi serta prosedur yang dijalankan akan diserahkan kepada Dikasteri Doktrin Iman (DDF) di Vatikan untuk diteliti lebih lanjut.
Dalam proses ini uskup secara tegas dilarang memberikan pernyataan publik apa pun, yang menyatakan bahwa fenomena tersebut asli atau bersifat supranatural. Proses investigasi ilmiah dan teologis yang ketat ini nantinya akan menentukan apakah peristiwa di Casalba ini merupakan mukjizat nyata atau sekadar fenomena alamiah yang bisa dijelaskan secara sains.
