MERAUKE, Pena Katolik – Kaum Bapak Katolik Keuskupan Agung Merauke (KBK KAMe) sukses menyelenggarakan Musyawarah II yang berlangsung di Aula Karol Wojtyla, Pangkat Kelapa Lima, Merauke, pada Selasa (16/6/2026). Agenda utama dalam pertemuan ini adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban periode 2023–2026, pembahasan statuta, serta pemilihan Ketua KBK KAMe untuk periode 2026–2029.
Dalam pemilihan tersebut, Ignatius Lambertus Fatruan resmi terpilih sebagai Ketua KBK KAMe periode 2026–2029 setelah mendapatkan kesepakatan dari seluruh peserta musyawarah untuk melanjutkan tongkat estafet kepengurusan.
Romo Kayetanus Tarong, MSC, selaku Moderator Kerawam sekaligus Kepala Paroki Salib Suci Gudang Arang Keuskupan Agung Merauke, menyatakan dukungan penuhnya atas terselenggaranya musyawarah ini. Pertemuan akbar tersebut mengusung tema: “Teguh dalam Iman, Rendah Hati dalam Pelayanan, Nyata dalam Karya.”
“Saya kira kegiatan ini sangat bagus untuk menyatukan visi dan misi KBK KAMe,” ujar Romo Kayetanus di sela-sela kegiatan.
Ia berharap musyawarah ini dapat menghasilkan sebuah peta jalan (roadmap) yang jelas agar pergerakan organisasi ke depan memiliki arah yang terukur. Melalui musyawarah ini, persepsi seluruh anggota diharapkan dapat menyatu sehingga program kerja berjalan selaras dengan visi misi keuskupan.
“Mereka harus berbicara bersama, berpikir bersama, lantas menentukan program apa untuk Gereja Keuskupan Agung Merauke dengan semangat tema tersebut. Iman dan karya nyata diharapkan bagus dan sangat relevan dalam hidup menggereja untuk pelayanan umat Katolik seluruhnya,” tambah Romo Kayetanus.
Romo Kayetanus juga mengingatkan bahwa anggota KBK KAMe memegang peran ganda sebagai bapak keluarga sekaligus tokoh masyarakat. Peran tersebut harus ditunjukkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui kolaborasi yang harmonis dengan kaum perempuan.
Secara khusus, Romo Kayetanus mengaku sangat tertarik dengan pemilihan Santo Petrus dan Paulus sebagai pelindung KBK KAMe. Menurutnya, kedua sosok tersebut adalah rasul besar dalam sejarah awal Gereja Katolik dunia yang karyanya menyentuh semua orang.
“Penting dilihat bahwa Santo Petrus berkarya di lingkup ke dalam Gereja universal, sementara Santo Paulus bermisi melintasi benua dan pulau. Jadi, tepat KBK KAMe memilih pelindung tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua KBK KAMe terpilih, Ignatius Lambertus Fatruan, mengakui bahwa mengumpulkan anggota KBK di tingkat keuskupan memiliki tantangan tersendiri karena kesibukan masing-masing anggota. Namun, berkat dukungan dari berbagai pihak, dirinya menyatakan siap mengemban amanah ini.
“Memang untuk mengumpulkan KBK KAMe agak repot juga karena setiap anggota memiliki tingkat kesibukan tersendiri. Tetapi berkat dukungan moril, karya Roh Kudus, apalagi dengan dukungan Moderator KBK KAMe dan semua romo di setiap paroki, saya nyatakan bersedia,” tegas Fatruan.
Ia menambahkan, meski jumlah total anggota KBK KAMe sangat banyak, kehadiran perwakilan dari sekitar 50 peserta dalam acara ini sudah memenuhi kuorum dan kriteria minimal pengambilan keputusan tertinggi organisasi. Musyawarah ini dinilai sangat krusial dalam memperkuat peran serta kaum awam untuk membangun Gereja di Keuskupan Agung Merauke.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di wilayah Papua Selatan dan internal Keuskupan, di antaranya: Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T. (Gubernur Papua Selatan); Damianus Katayu (Ketua Majelis Rakyat Papua/MRP); Romo Kayetanus Tarong, MSC (Kepala Paroki Salib Suci Gudang Arang / Ketua Kerawam KAMe); Romo Simon Petrus Matruty (Kepala Paroki Santa Theresia Buti); Romo Aloisius Kelbulan (Kepala Paroki Kristus Raja Mopah Lama); Romo Hendrikus Kariwop, MSC (Kepala Paroki / Vikaris Jenderal/Vikjen KAMe); dan Peserta utusan dari KBK Kevikepan Merauke dan Kevikepan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. (Agapitus Batbual/Merauke)
