Mantan Dubes RI untuk Vatikan, Antonius Agus Sriyono Berpulang

JAKARTA, Pena Katolik — Dunia diplomasi Indonesia dan Gereja Katolik Indonesia mendapat kabar duka. Mantan Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan periode 2016–2020, Antonius Agus Sriyono, meninggal dunia pada Kamis, 4 Juni 2026. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 69 tahun di Rumah Sakit Elizabeth Bekasi.

Agus lahir di Magelang, 17 Mei 1957. Semasa mengemban tugas sebagai Dubes RI untuk Takhta Suci Vatikan (2016–2020), salah satu warisan (legacy) terbesar Antonius Agus Sriyono adalah perannya sebagai perintis dan pelopor utama dalam merencanakan kunjungan Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus, ke Indonesia. Meski agenda tersebut sempat tertunda akibat merebaknya pandemi COVID-19 pada tahun 2020, fondasi diplomasi yang ia bangun menjadi catatan sejarah yang sangat penting.

Selain itu, almarhum juga dikenal sangat menaruh perhatian pada pembinaan generasi muda. Peran aktifnya dalam mendukung dan menyukseskan gelaran Indonesian Youth Day (IYD) 2016 serta persiapannya untuk Asian Youth Day (AYD) yang direncanakan pada tahun 2027, meninggalkan kesan mendalam bagi kepanitiaan dan kaum muda Katolik.

Jejak Karier dan Pengabdian yang Panjang

Alumnus SMA Kolese de Britto (1975) dan Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (1981) ini memulai debutnya di Kementerian Luar Negeri pada tahun 1984. Sebelum menjabat sebagai Dubes untuk Vatikan, Agus Sriyono telah dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di dalam dan luar negeri, antara lain: Sekretaris Ketiga di KBRI Den Haag (1987–1990); Sekretaris Pertama di PTRI New York (1994–1998); Minister Counsellor di KBRI Lisbon (2001–2005); Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemenlu (2005–2008); Deputy Chief of Mission di KBRI Moskow (2008–2010); Duta Besar RI untuk Selandia Baru merangkap Samoa dan Kerajaan Tonga (2010–2013); Deputi II (Koordinator Politik Luar Negeri) Kemenko Polhukam (2013–2016).

Setelah memasuki masa purna tugas pada tahun 2020, dedikasinya di dunia pendidikan tidak pernah surut. Ia aktif membagikan ilmunya sebagai dosen di Universitas Prasetiya Mulya (tempat beliau sempat bekerja sebelum menjadi diplomat) dan bergabung dalam Pusat Studi Kebangsaan Indonesia, serta mengabdi sebagai anggota Dewan Penyantun Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Penggiat Literasi Diplomasi

Di sela-sela kesibukannya, Agus Sriyono juga merupakan seorang penulis dan editor yang produktif. Beberapa karya penting yang lahir dari pemikirannya meliputi “Indonesia and the United Nations Security Council 1995-1996” (1997), “Hubungan Internasional: Percikan Pemikiran Diplomat Indonesia” (2004), “Pernak Pernik 30 Tahun di Dunia Diplomasi” (2014), dan “Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara” (2021). 

Antonius Agus Sriyono meninggalkan seorang istri, Ir. Astuti Retno Widiati, yang dinikahinya pada tahun 1982. Pernikahan mereka dikaruniai tiga orang anak, yaitu Anindityo Adi Primasto, Aswiditiyo Nedwika, dan Anastasia Ameria Sekar Reevianti, serta seorang cucu, Ayara Naila Anindya.

“Selamat jalan, Bapak Antonius Agus Sriyono. Semoga Allah menganugerahkan kedamaian abadi bagi jiwanya di rumah Bapa di Surga, serta memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Doa kami menyertai.”

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini