Peringatan Satu Abad St. Hanibal Maria di Francia, Menghidupkan Kembali Doa demi Panggilan Gereja

ROMA, Pena Katolik – Keluarga besar Kongregasi Rogasionis (RCJ) dan Putri-Putri Zeat Ilahi (FDZ) secara resmi membuka rangkaian perayaan satu abad (sentenarium) wafatnya Santo Anibal (Hannibal) Maria di Francia. Pembukaan ini ditandai dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang khidmat pada Senin, 1 Juni 2026, di Gereja Santo Antonius dan Santo Anibal Maria di Roma, Italia.

Misa kudus yang berlangsung pukul 19.00 waktu setempat ini dipimpin langsung oleh Kardinal Baldassare Reina, Vikaris Jenderal Yang Mulia Paus untuk Keuskupan Roma. Tempat ini dipilih karena memiliki makna spiritual yang mendalam; paroki tersebut telah menyimpan relikwi jantung Santo Anibal yang masih utuh (incorrupt heart) sejak tahun 2019, sekaligus menjadi pusat Adorasi Ekaristi abadi untuk memohon panggilan.

Dalam surat dan pesan videonya, Pemimpin Umum Rogasionis, Pastor Bruno Rampazzo, mengajak seluruh anggota tarekat dan umat beriman untuk terlibat aktif melalui doa. Ia menegaskan bahwa peringatan 100 tahun ini merupakan momen istimewa untuk memperbarui apresiasi terhadap warisan spiritual sang santo yang terus memperkaya Gereja.

“Berhasrat membentuk imam tanpa memohon kepada Tuhan sama saja dengan mereduksi klerus menjadi sebuah kultur buatan. Rahmat panggilan itu turun dari atas, dan ia tidak akan turun jika tidak ada yang memohon,” tulis St. Hanibal semasa hidupnya, mengingatkan pentingnya doa demi panggilan imamat dan hidup membiara.

Rasul Doa

Lahir di Messina, Italia, pada tahun 1851, Hanibal mengabdikan seluruh hidupnya bagi kaum miskin, anak-anak telantar, dan karya panggilan. Misinya membumbung tinggi setelah ia menyaksikan langsung kemiskinan sosial yang parah di distrik Avignone, Messina. Di sana, ia mendirikan berbagai karya amal, pendidikan, serta membawa Sakramen Mahakudus ke tengah-tengah masyarakat miskin.

Pada tahun 1882, ia mendirikan Panti Asuhan Antonian. Ia meyakini bahwa kaum miskin tidak hanya membutuhkan bantuan materi, melainkan juga pendidikan, martabat kemanusiaan, dan lingkungan keluarga yang hangat.

Dari pengalaman pastoral inilah lahir spiritualitas utama yang mencirikan seluruh hidupnya: “Rogate”—sebuah perintah Kristus dalam Injil untuk “memohon kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (bdk. Mat 9:38).

St. Hanibal diakui sebagai rasul doa untuk panggilan yang visioner. Baginya, panggilan tidak hanya mencakup kehidupan imamat dan biara, tetapi juga misi umat awam di tengah masyarakat dan keluarga. Komitmennya ini menjadi cikal bakal dari banyak perkembangan penting di dalam Gereja Katolik modern, termasuk institusi Hari Doa Sedunia untuk Panggilan.

Demi melanjutkan misi kudus ini, ia mendirikan dua kongregasi religius: Suster Putri-Putri Zeat Ilahi (FDZ) pada tahun 1887 dan Biarawan Rogasionis Hati Yesus (RCJ) pada tahun 1897.

Kini, seratus tahun setelah ia wafat pada 1 Juni 1927, kedua kongregasi tersebut telah mengepakkan sayapnya di lima benua. Warisan, teladan, dan semangat Santo Anibal Maria di Francia tetap hidup, terus menginspirasi Gereja global dalam misi penginjilan, karya karitatif, dan doa yang tiada putus untuk lahirnya para pelayan Tuhan yang baru.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini