VATIKAN, Pena Katolik — Paus Leo XIV resmi membentuk komisi khusus pada hari Rabu, 27 Mei 2026 untuk mengatasi krisis keuangan yang melanda Casa Sollievo della Sofferenza, rumah sakit di San Giovanni Rotondo, Italia Selatan. Keputusan ini tertuang dalam sebuah surat keputusan kepausan (dekrit) yang ditandatangani Paus sendiri.
Dekrit ini berisi kepurutsan untuk membentuk komisi penyelidikan dan penyelamatan Casa Sollievo della Sofferenza. Keputusan Paus ini muncul dari kecintaan Takhta Apostolik terhadap karya amal lembaga-lembaga besar, agar tetap setia pada misinya. Selanjutnya, komisi ini juga akan melakukan reformasi seperlunya untuk mendorong rumah sakit itu mampu menghadapi tantangan perubahan.
“Perkembangan zaman, teknologi, hukum, dan ekonomi menempatkan misi Gereja di hadapan tantangan pembaruan terus-menerus,” tulis Paus dalam dekrit tersebut, merujuk pada sektor kesehatan yang kini menuntut visi tajam, investasi besar, dan manajemen yang bijaksana.
Casa Sollievo della Sofferenza didirikan oleh Santo Padre Pio dari Pietrelcina (Padre Pio). Rumah sakit ini ini dilaporkan terlilit utang fantastis yang diperkirakan mencapai antara 250 juta hingga 300 juta euro (sekitar 290 juta hingga 350 juta dolar AS, atau setara Rp4,5 triliun hingga Rp5,4 triliun).
Pembentukan komisi ad hoc ini menegaskan betapa seriusnya urgensi penyelamatan rumah sakit, yang berada di bawah pengawasan langsung Sekretariat Negara Vatikan tersebut. Langkah intervensi langsung dari Takhta Suci ini tergolong tidak biasa. Pasalnya, Vatikan sebenarnya sudah memiliki Komisi Perawatan Kesehatan Katolik yang dibentuk oleh Paus Fransiskus.
Selain beban utang yang masif, Casa Sollievo della Sofferenza sedang berselisih dengan pemerintah wilayah Puglia terkait penggantian biaya. Otoritas regional mengklaim hak atas 32 juta euro (37 juta dolar AS). Di saat yang sama, manajemen rumah sakit juga didera konflik internal terkait kontrak kerja baru karyawan.
Sebelumnya, dalam kunjungan ke fasilitas tersebut pada 5 Mei 2026 lalu, Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin menegaskan, bahwa krisis utang ini adalah masalah “yang akan kita atasi bersama.” Komisi baru ini dibentuk sebagai upaya kolaboratif antara badan-badan ekonomi Vatikan dan Sekretariat Negara.
Mereka diberi wewenang penuh di semua lini—mulai dari keuangan, aset, hingga operasional—baik untuk tindakan administrasi biasa maupun luar biasa. Nantinya, komisi ini diwajibkan melapor langsung kepada Paus sebelum mengambil keputusan yang berdampak signifikan terhadap aset atau perubahan statuta yayasan.
Struktur kepemimpinan komisi ini diisi oleh jajaran petinggi ekonomi Vatikan: Maximino Caballero Ledo (Presiden Komisi/Prefek Sekretariat Ekonomi); Fabio Gasperini (Koordinator Komisi/Sekretaris Jenderal Gubernur). Anggota: Uskup Agung Giordano Piccinotti (Presiden Administrasi Warisan Takhta Apostolik); Uskup Agung Paolo Rudelli (Wakil Sekretaris Urusan Umum Sekretariat Negara); Komite Teknis: Benjamín Estévez de Cominges, Gino Gumirato, dan pengacara Alessandro Ela Oyana.
Casa Sollievo della Sofferenza merupakan warisan iman konkret dari Padre Pio, santo yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Biara San Giovanni Rotondo. Rumah sakit ini didirikan dengan filosofi dasar sang santo bahwa merawat tubuh orang sakit, peziarah, dan keluarga mereka yang menderita adalah bagian integral dari misi pelayanan Kristen.



