Apa Art “Parakletos”, Gelar Roh Kudus yang Kerap Dibiarkan Tanpa Terjemahan

VATIKAN — Bagi sebagian besar umat Kristiani, membaca Kitab Suci terkadang mempertemukan mereka dengan istilah-istilah kuno yang terdengar asing di telinga modern. Salah satu kata yang sering kali dibiarkan begitu saja tanpa diterjemahkan dalam beberapa versi Alkitab, doa, maupun litani Gereja adalah kata “Parakletos” (Yun) atau (Paraclete/Ing).

Istilah ini muncul secara dramatis dalam Injil Yohanes, khususnya ketika Yesus menjanjikan kedatangan Roh Kudus kepada para murid-Nya menjelang masa-masa sengsara-Nya:

“Aku akan memohon kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong (Parakletos) yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” (Yohanes 14:16)

Namun, apa sebenarnya arti mendalam di balik kata Yunani kuno ini? Mengapa para penerjemah Alkitab sering kali kesulitan menemukan satu kata padanan yang benar-benar sempurna untuk menggambarkannya?

Satu Kata, Beragam Makna

Dalam mayoritas Alkitab bahasa modern, kata Parakletos diterjemahkan secara bervariasi menjadi ‘Penasihat’, ‘Pembela’, ‘Penolong’, atau ‘Penghibur’. Semua pilihan kata ini sebenarnya tepat dan mempertegas pesan utama bahwa Roh Kudus diutus untuk senantiasa menyertai langkah hidup manusia.

Menurut penjelasan dalam Catholic Encyclopedia, penginjil Santo Yohanes memandang misi utama “Sang Parakletos” adalah untuk tinggal bersama para murid setelah Yesus secara fisik tidak lagi menginjakkan kaki di bumi.

Tugas-Nya adalah menanamkan ajaran-ajaran yang telah disampaikan Kristus secara lahiriah ke dalam batin dan hati para murid, sekaligus menjadi saksi hidup atas karya keselamatan sang Juru Selamat.

Perspektif Hukum

Jika ditelusuri lebih dalam berdasarkan bahasa aslinya, kamus bahasa Yunani Thayer’s Greek Lexicon menjabarkan definisi yang jauh lebih kaya. Secara harfiah, kata “paraklétos” berarti ‘seorang yang dipanggil untuk mendekat, dipanggil secara khusus untuk datang membantu’. Karenanya, kata ini diartikan sebagai “ia yang membela perkara orang lain di hadapan hakim, seorang penasihat hukum, asisten hukum, atau advokat.”

Di dunia kuno, Paraklétos adalah sebuah istilah hukum yang sangat erat dengan suasana ruang sidang. Di dalam “ruang sidang spiritual” kehidupan kita, ada dua figur hukum yang saling berhadapan. Sang Advokat (Paraklétos) diperankan oleh Roh Kudus, sosok pembela yang berdiri di samping kita, membela perkara kita, dan memberikan pembelaan hukum demi keselamatan kita.

Sang Pendakwa diperankan oleh iblis, sosok yang terus-menerus menuduh, mengungkit dosa-dosa masa lalu, dan berusaha menjatuhkan mental serta menggelapkan hati manusia agar putus asa.

Sumber Kerahiman Ilahi

Dengan memahami latar belakang hukum ini, peran Roh Kudus menjadi sangat personal bagi kehidupan rohani harian manusia. Roh Kudus sebagai Paraklétos berkaitan erat dengan konsep Kerahiman Ilahi (Divine Mercy).

Dia tidak hanya diam, melainkan terus-menerus berdiri di sisi kita untuk memberikan kekuatan, membisikkan rahmat yang kita butuhkan untuk bertobat, dan membimbing kita untuk berpaling dari dosa demi memeluk kehidupan baru yang penuh damai sejahtera.

Kabar baik bagi umat beriman adalah bahwa Kristus tidak meninggalkan manusia sebagai yatim piatu. Melalui kehadiran sang Paraclete, setiap manusia memiliki pembela terbaik yang siap mendampingi di setiap pergumulan hidup hingga akhir zaman.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini