Home DOMINIKAN Renungan Minggu Palma Ajak Umat Maknai Pengorbanan dan Pilihan Iman

Renungan Minggu Palma Ajak Umat Maknai Pengorbanan dan Pilihan Iman

0

Pena Katolik, Pontianak | Umat Katolik memasuki Pekan Suci melalui perayaan Minggu Palma yang menjadi gerbang menuju inti iman Kristiani, yakni misteri Paskah. Dalam renungan Minggu Palma, Romo Dominico Xaverio Budoyo Setiawan, OP, mengajak umat untuk memaknai simbol daun palma serta merefleksikan pilihan hidup dalam mengikuti Kristus.

Mengawali renungannya, Romo Dominic menyapa umat dan mengingatkan bahwa Minggu Palma merupakan peringatan masuknya Yesus ke Yerusalem yang disambut sebagai raja dengan seruan hosana. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan sengsara Yesus hingga wafat dan kebangkitan-Nya.

“Hari ini kita merayakan Minggu Palma, saat kita memasuki gerbang inti iman kekristenan, yaitu misteri Paskah,” ujar Romo Dominic dalam renungan yang disampaikan kepada umat.

Ia menjelaskan bahwa perayaan Minggu Palma tidak hanya mengenangkan peristiwa historis, tetapi juga mengajak umat merenungkan dua hal penting, yakni makna daun palma dan pilihan manusia dalam mengikuti Tuhan Yesus atau jalan duniawi.

Menurutnya, daun palma yang dibagikan kepada umat melambangkan kemenangan, namun kemenangan yang diperoleh melalui pengorbanan. Secara historis, palma menjadi simbol kemenangan, umur panjang, dan penghormatan dalam tradisi Yahudi, terutama untuk menyambut raja atau pahlawan perang.

Namun dalam tradisi Katolik, makna tersebut menjadi lebih mendalam. Romo Dominic menuturkan bahwa daun palma yang hijau akan mengering dan akhirnya dibakar menjadi abu pada perayaan Rabu Abu tahun berikutnya, sebagai pengingat akan kefanaan manusia.

Ia mengatakan bahwa simbol tersebut mengajarkan umat bahwa pujian duniawi bersifat sementara, sementara kesetiaan Tuhan tetap abadi sepanjang hidup manusia. Membawa daun palma pulang ke rumah, lanjutnya, menjadi tanda kesiapan umat untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

“Daun palma mengingatkan kita bahwa pujian duniawi akan layu dan mati, tetapi kesetiaan Tuhan selalu mendampingi perjalanan hidup kita,” katanya.

Selain simbol palma, Romo Dominic juga menyoroti kisah Injil tentang pilihan antara Yesus Barabas dan Yesus Kristus yang dihadapkan oleh Pilatus kepada orang banyak. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai titik krusial yang menggambarkan pilihan moral manusia sepanjang zaman.

Menurutnya, kedengkian menjadi dosa yang halus namun mematikan karena dapat membutakan hati manusia hingga tidak mampu membedakan kebenaran dan kebaikan. Para pemuka agama pada masa itu, katanya, menyerahkan Yesus karena rasa dengki yang membuat mereka merasa terancam oleh kasih dan kebenaran yang dibawa-Nya.

“Kedengkian membuat mata hati menjadi buta dan membuat kita tidak mampu memilih apa yang benar dan baik,” tegasnya.

Romo Dominic menambahkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia sering kali secara tidak sadar memilih “Barabas” melalui kemarahan, dendam, dan kenyamanan diri, alih-alih memilih jalan pengampunan, kesabaran, dan pengorbanan yang diajarkan Kristus.

Ia menjelaskan bahwa mengikuti Yesus berarti berani meninggalkan cara hidup duniawi yang instan dan semu, serta memilih jalan Allah yang penuh kelembutan meskipun harus memanggul salib kehidupan.

Dalam renungan tersebut, Romo Dominic juga menekankan sikap Yesus saat menghadapi penderitaan. Yesus tetap tenang dan percaya pada rencana Allah, bahkan rela menerima hukuman agar manusia memperoleh keselamatan.

“Yesus bertukar tempat dengan kita yang berdosa. Ia menerima hukuman yang seharusnya menjadi milik kita supaya kita memperoleh kemerdekaan,” ungkapnya.

Menutup renungan, Romo Dominic mengajak umat untuk menjalani Pekan Suci dengan berjalan bersama Kristus serta memperbarui iman melalui refleksi, pertobatan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

“Amin. Selamat memasuki Pekan Paskah. Mari kita berjalan bersama Tuhan Yesus,” tutupnya. *Samuel (Sumber: Youtube San Agustin TV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version