Home BERITA TERKINI Gereja Katolik Kamboja Tuntaskan Penyelidikan Kanonik 12 Martir Era Khmer Merah

Gereja Katolik Kamboja Tuntaskan Penyelidikan Kanonik 12 Martir Era Khmer Merah

0

PHNOM PENH, Pena Katolik – Gereja Katolik di Kamboja resmi menuntaskan penyelidikan tingkat keuskupan terkait proses kanonisasi 12 martir yang tewas di bawah rezim Khmer Merah. Penyelidikan ini menghasilkan laporan setebal 3.000 halaman yang menjadi landasan kuat untuk mengusulkan gelar “Venerabilis” (Yang Patut Diwaspadai/Dihormati) bagi para tokoh iman tersebut.

Laporan komprehensif ini merangkum kesaksian iman yang luar biasa antara tahun 1970 hingga 1977. Di antara 12 nama yang diajukan, terdapat Mgr. Joseph Chhmar Salas, Uskup pribumi Khmer pertama. Ia memilih tetap tinggal bersama umatnya dan menolak melarikan diri saat invasi Khmer Merah. Ia akhirnya wafat karena kelelahan di kamp kerja paksa dalam usia 39 tahun.

“Halaman-halaman ini menceritakan kisah Kamboja; ini adalah kesaksian iman yang tak tertandingi bagi generasi baru umat Kristiani di Kamboja,” ujar Mgr. Olivier Schmitthaeusler, Vikaris Apostolik Phnom Penh, saat memimpin Misa penutupan penyelidikan pada 18 Maret 2026.

Didukung Paus Fransiskus

Proses kanonisasi ini telah mendapat persetujuan Paus Fransiskus dan dimulai sejak 15 Mei 2015 di Tangkok. Mgr. Schmitthaeusler memberikan penghormatan khusus kepada Mgr. Yves Ramousse, misionaris asal Prancis yang memiliki pandangan visioner dengan menunjuk Mgr. Joseph Salas sebagai Vikaris Apostolik sesaat sebelum Phnom Penh jatuh ke tangan Khmer Merah.

Daftar yang diajukan ke Dikasteri Penggelaran Kudus di Vatikan mencakup 12 sosok yang terdiri dari uskup, imam, misionaris, religius, hingga kaum awam. Mereka dianggap mewakili seluruh umat Allah yang menderita dan meninggal dalam iman di tengah keheningan dunia.

Saat ini, Gereja Katolik di Kamboja terus bangkit dengan perkiraan 20.000 umat di tengah populasi 18 juta jiwa, yang tersebar di tiga yurisdiksi: Vikariat Apostolik Phnom Penh, Prefektur Apostolik Battambang, dan Prefektur Apostolik Kampong Cham.

Tragedi Kemanusiaan dan Iman

Rezim komunis radikal Khmer Merah (1975–1979) bertanggung jawab atas kematian sekitar dua juta orang dari total populasi yang saat itu kurang dari delapan juta jiwa. Gereja Katolik turut menjadi sasaran persekusi hebat. Dari sekitar 100.000 umat Katolik—yang mayoritas merupakan etnis minoritas Cham Vietnam—hampir separuhnya tewas dieksekusi atau akibat kelaparan di kamp kerja paksa.

Secara keseluruhan, diperkirakan 170.000 umat Kristiani menjadi korban jiwa dalam periode kelam tersebut. Hampir seluruh gereja dan bangunan keagamaan dihancurkan, kecuali Gereja Gunung Bokor yang dialihfungsikan menjadi barak militer dan gudang amunisi oleh Khmer Merah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version