Home BERITA TERKINI Refleksi Kelahiran Kongregasi CSE dan Putri Karmel: Kontemplatif yang Sekaligus Karismatik

Refleksi Kelahiran Kongregasi CSE dan Putri Karmel: Kontemplatif yang Sekaligus Karismatik

0

Romo Yohanes Indrakusuma CSE dikenal sebagai seorang imam pertapa yang menjadi pendiri dua kongregasi: Kongregasi Suster Putri Karmel dan Kongregasi Para Imam Carmelitae Sancti Eliae (CSE). Romo Yohanes memulai dengan merintis Putri Karmel, beberapa tahun kemudian, ia mendirikan CSE. Romo Yohanes yang awalnya adalah imam dari Ordo Karmel pun saat ini telah bergabung dalam kongregasi yang ia dirikan.

Suster Justini, P.Karm masih mengingat, apa yang disampaikan Romo Yohanes Indrakusuma, CSE pada masa-masa awal kehidupan di Pertapaan Karmel Ngadireso, Malang Jawa Timur. Saat itu, anggota komunitas tidak terlalu banyak. Kehidupan sebagai pertapa juga bukan sebuah cara hidup yang mudah. Lagi, keberadaan mereka dengan cara hidup yang khas kontemplatif karismati itu juga mendapat tantangan, bahkan dari kalangan Gereja Katolik sendiri.

Apa yang disampaikan Romo Yohanes saat itu, diingat benar oleh Suster Justini, ada keragu-raguan dalam kata-kata itu. Dalam sebuah pertemuan dengan anggota-anggota awal Kongregasi Putri Karmel itu, sang pendiri bertanya, bagaimana kalau kehidupan yang mereka rintis itu, akhirnya tidak bisa dilanjutkan. “Bagaimana kalian mau terus atau tidak?” begitu kenang Suster Justini mengingat kata-kata Romo Yohanes.

Peristiwa itu terjadi ketika kehidupan pertapa yang mereka rintis mendapat tantangan dari otoritas Gerejani di Malang. Suster Justini pun menjawab keraguan itu. “Saya bilang, kalau di tutup ya saya pulang, kalau terus ya saya terus saja,” kenangnya.

Romo Yohanes bersama para suster Putri Karmel. Hidup

Suster-suster Awal

Di Ngadireso, Romo Yohanes memulai kehidupan sebagai pertapa seorang diri. Sampai pada awal tahun 1982, datang dua orang suster yang sebelumnya telah menjadi biarawati dalam suatu kongregasi yaitu Suster Melani, Suster Maria. Bersama mereka, bergabung juga seorang gadis bernama Luki. Beberapa bulan berikutnya, pada Hari Raya Pentakosta, bergabung dua orang gadis, yang terakhir ini akhirnya bergabung menjadi Putri Karmel yaitu Suster Justini dan Suster Marrieta, P.Karm.

“Jadi saya termasuk angkatan yang pertama ini,” Suster Justini menceritakan.

Perjalanan memulai sebuah kongregasi bukanlah sebuah kisah yang mudah. Suster Justini mengenang, di awal kehidupan komunitas belum ada anggaran dasar juga konstitusi. Saat itu, suster-suster yang bergabung hanya mengikuti saja keseharian yang dijalankan Romo Yohanes.

Suster Justini juga mengingat, sebetulnya ketika ia ingin bergabung dengan Putri Karmel, beberapa temannya tidak begitu setuju. Mereka mendesaknya, mengapa tidak bergabung dengan sebuah kongregasi yang sudah mantab terbentuk saja. Namun, ia tetap pada pendiriannya, ia ingin mengikuti cara hidup yang dijalankan Romo Yohanes. “Saya kepingin menghayati aja cara hidupnya, berdoa, lebih mengenal Tuhan dengan semakin mendalam,” ujarnya.

Jalanan Ngadireso pada tahun 1982 masih berupa jalanan tanah dan batu. Tanah yang saat ini berdiri menjadi pertapaan masih berupa tanah kosong.

Suster Justini menuturkan, Romo Yohanes yang memikirkan pembangunan pertapaan ini. Meski, Suster Justinimengikuti setiap proses yang ada, hingga akhirnya pertapaan dapat berkembang seperti sekarang ini.

Perlahan namun pasti, pengakuan Gereja Keuskupan Malang kepada keberadaan Putri Karmel pun semakin mantab. Suster Justini mengenang, baru ketika Mgr. Herman Joseph Sahadat Pandoyoputro, O.Carm memimpin keuskupan saat itu, Putri Karmel mendapat status sebagai Associatio Privata pada 2 Februari 1992.

Tiga periode Suster Justini melayani sebagai Pelayan Umum Putri Karmel dari tahun 2002 hingga 2014. Putri Karmel melebarkan sayap dengan membuka komunitas-komunitas baru yang dimulai dari Ruteng, Nusa Tenggara Timur pada tahun 1992. Kini Putri Karmel memiliki juga komunitas internasional, di antaranya di Malaysia, Vietnam, dan Amerika Serikat. Dengan perkembangan ini, Suster Justini hanya bisa mensyukuri kemurahan Tuhan ini. “Ini kehendak Tuhan, dan kini bisa berkembang seperti saat ini,” pungkasnya.

Wisuda di Institut Santi Buana Kalimantan Barat, salah satu karya Kongregasi CSE. IST

Banyak Sarana

Saat mendapat tugas belajar di Roma, Italia, Suster Marrieta kuliah di Institute Regina Mundi yang masih afiliasi dari Universitas Gregoriana yang dikhususkan untuk para suster. Tugas utamanya adalah belajar teologi hingga meraih gelar diploma dalam bidang religius. Ia butuh waktu tiga tahun untuk meraih gelar ini.

Setiap liburan musim panas, Suster Marrieta menggunakan masa ini untuk mendalami cara berdoa ovisi Ritus Timur. Untuk tujuan ini, ia harus ke Prancis belajar bahasa. Dengan bekal bahasa ini, ia belajar cara berdoa Ritus Timur di komunitas-komunitas biara di Prancis.

Suster Marrieta menuturkan, cara berdoa ini sebenarnya adalah cara berdoa yang digunakan di dalam Gereja Ortodoks, yang telah diadaptasi ketika digunakan di dalam komunitas-komunitas biara Katolik Roma di Prancis. “Komunitas ini juga merupakan komunitas karismatik yang baru muncul akhir-akhir itu di Prancis,” timpalnya.

Setelah pulang ke Indonesia, Suster Marrieta pun menyiapkan doa ovisi ini untuk digunakan dalam komunitas Putri Karmel. “Doa ini kami gunakan hingga saat ini,” ujarnya.

Cara hidup membiara dengan menggabungkan semangat kontemplatif dan karismatik memang dirasa baru di Indonesia. Ada banyak sarana di dalam cara hidup Putri Karmel dan CSE yang memungkinkan setiap orang dapat melatih diri dalam kehidupan rohaninya. “Cara hidup kontemplatif yang ada di sini, bisa saya katakan tidak ada di tempat lain di Indonesia,” katanya.

Ia mencontohkan, malam hari adalah waktu hening bagi para suster anggota komunitas. Sejak selesai makan malam adalah waktu silentium atau waktu hening. Sedangkan pada hari Senin, setiap anggota hanya kerja setengah hari, sehingga sore hari dapat digunakan untuk waktu hening bagi setiap suster. “Artinya itu kesempatan untuk lebih banyak berdoa dan berefleksi,” ujarnya.

Setiap dua bulan, ada tiga hari rekoleksi komunitas. Sedangkan selama setahun sekali, diadakan juga retret komunitas selama delapan hari dan retret pribadi delapan hari. Selain itu, setiap empat tahun sekali sesudah kaul kekal, setiap suster masuk dalam “komunitas padang gurun” selama satu bulan. Sesudah delapan tahun kaul kekal, setiap suster juga berkesempatan tinggal dalam “komunitas padang gurun” selama satu tahun, yang terakhir ini akan diulang setiap delapan tahun.

“Fasilitas untuk membina kehidupan doa semacam ini tidak ada di tempat lain. Ini yang bagi saya sangat-sangat bernilai,” papar Suster Marrieta.

Kesempatan ini, bagi Suster Marrieta, adalah sebuah keistimewaan. Ini adalah kesempatan yang sangat bernilai untuk membina kehidupan rohani. “Untuk hidup rohani ini, saya merasakan semua berkelimpahan,” ujar Pelayan Umum Putri Karmel 2014-2018 ini.

Orang yang hidup di zaman ini kadang terbelenggu dengan aneka persoalan mereka. Suster Marrieta berpendapat, kuncinya ada pada iman yang hidup.

Perlu ada perjumpaan dengan Tuhan dan mampu menyadari kuasa Roh Kudus yang mampu menyadarkan batin manusia untuk dapat melihat bahwa Yesus dapat dijumpai di dalam setiap doa.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kembali Menemukan Tuhan.

Saat ini, Putri Karmel dipimpin oleh Suster Petra, P.Karm. Pada ulang tahun ke-40 tahun Pertapaan Karmel Ngadireso ini, Suster Petra mengatakan, peristiwa ini sungguh menggembirakan karena cara hidup yang awalnya dimulai oleh Romo Yohanes, dapat dihayati oleh para suster dan akhirnya juga dibagikan kepada umat.

Visi misi Putri Karmel, adalah meng- alami terlebih dahulu kehadiran Allah dan kemudian membawa umat untuk mengalami hal yang sama. Suster Petra melihat, ada semakin banyak orang yang di bawa untuk mengalami kehadiran Tuhan ini.

Perkembangan jumlah umat yang datang mengikuti retret dan camping rohani yang diadakan di Pertapaan Karmel Ngadireso cukup menunjukkan, di mana jumlahnya semakin bertambah.

Suster Petra menjelaskan, ada banyak persoalan yang dibawa oleh orang-orang yang datang ke pertapaan, banyak dari mereka yang akhirnya dapat menemukan lagi kehidupan mereka yang hilang.

Untuk itu, Suster Petra menjelaskan, setiap tahap pembinaan menyiapkan para suster untuk dapat menjadi pendamping umat menemukan kembali kebersamaan dengan Tuhan. “Arah pengajaran para suster untuk membimbing umat supaya dapat mengalami kehadiran Tuhan,” ujarnya.

Suster Petra menekankan, kekuatan pendampingan yang dijalankan di Ngadireso adalah Ekaristi, Doa Yesus, Lectio Divina, dan Adorasi. Ia menjelaskan,  masih ada lebih banyak pembicara yang  lebih baik dari mereka, namun yang membedakan pendampingan mereka adalah kegiatan-kegiatan rohani yang menyertai pendampingan ini. “Di dalam doa inilah umat mengalami secara pribadi kehadiran Allah,” urainya.

Membaca Tanda Zaman

Berdiri sejak 1986, Kongregasi Carmelitae Sancti Eliae (CSE) baru memiliki imam pertamanya pada tahun 2006. Dia adalah Romo Sergius Paulus, CSE. Ia ditahbiskan setelah 20 tahun kongregasi ini berdiri.

Romo Sergius bersyukur karena selama ini baik Kongregasi Putri Karmel, Kongregasi CSE,  maupun KTM, dapat menjadi tempat di mana banyak orang menemukan kembali kehidupan mereka.

Ia menceritakan, ada begitu banyak orang, pasangan suami istri, orang muda, bahkan orang yang tidak beriman kembali menemukan Tuhan setelah datang baik ke Ngadireso maupun ke Lembah Karmel Cikanyere, Bogor, Jawa Barat.

“Ada banyak suami-istri yang hampir bercerai dan sudah pisah secara sipil datang. Setelah didampingi dan diberi peneguhan, mereka kembali menemukan Tuhan dan tidak jadi bercerai,” Romo Sergius bercerita.

Cara hidup yang awalnya dirintis Romo Yohanes, juga pertapaan-pertapaan yang didirikan, pada akhirnya berkembang menjadi sebuah oase rohani bagi banyak orang. Romo Sergius mengungkapkan, Lembah Karmel terbuka bagi siapa saja yang ingin berjumpa dengan Tuhan. Tak terkecuali bagi mereka yang tidak beriman. Setiap orang dapat datang dan menimba kekuatan rohani di tempat ini. “Bahkan seorang yang tidak beriman pun menemukan iman mereka di tempat ini,” tambahnya.

Romo Sergius berharap, para anggota CSE dan Putri Karmel dapat membaca tanda-tanda zaman untuk menangkap kebutuhan Gereja dan dunia. Dengan ini, tarekat akan mampu memberikan karya pelayanan bagi dunia yang semakin modern ini.

Ia juga berharap, semakin banyak calon orang muda yang terpanggil menjadi Biarawan CSE dan Suster Putri Karmel. “Tidak hanya jumlah yang bertambah, namun kualitas kehidupan rohani mereka juga semakin dalam,” pungkasnya.

Semua berjalan seolah-olah secara spontan. Romo Yohanes mengaku, sejak awal tidak pernah merencanakan membentuk Putri Karmel, CSE, dan KTM. Namun, cara hidup kontemplatif yang ia mulai di Ngadireso, akhirnya menginspirasi begitu banyak orang. Sebagian dari mereka berkumpul untuk lebih dalam menjalani cara hidup ini.

Atas berkat ini, Romo Yohanes berharap semakin banyak orang dapat mengalami kasih Tuhan di pertapaan ini. “Inilah yang dibutuhkan manusia. Karena di zaman ini, banyak manusia kehilangan tujuan hidup. Di tempat ini, mereka boleh merasakan kasih Tuhan itu.” (AES)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Susunan Simbol yang Terus Berubah dan Ada Mekanisme Menarik di Baliknya

Mengapa Mahjong Ways Menggunakan Simbol Bernuansa Tradisional dalam Tampilan Permainannya?

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Satu Rangkaian Simbol Dapat Memicu Perubahan Berikutnya

Ada Perbedaan antara Mahjong Ways dan Mahjong Ways 2 yang Menarik Dilihat dari Sisi Desain

Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Mudah Dikenali meski Menggunakan Elemen Visual Sederhana

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menampilkan Informasi Multiplier tanpa Mengganggu Tampilan Utama?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Pemilihan Simbol dengan Tema Permainan yang Diusung

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Pentingnya Urutan Animasi dalam Menjelaskan Mekanisme Cascade

Mengapa Efek Perubahan Simbol dalam Mahjong Ways 2 Perlu Ditampilkan secara Bertahap?

Mahjong Ways Menggabungkan Ornamen Klasik dan Tampilan Digital dalam Satu Konsep Permainan

Game Mobile Kini Dirancang untuk Berbagai Ukuran Layar dan Ada Tantangan Desain di Baliknya

Mengapa Kenyamanan Mata Mulai Menjadi Pertimbangan dalam Pengembangan Game Digital?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Membuat Desain Game Smartphone Semakin Memperhatikan Detail Kecil

Game Digital dengan Tampilan Minimalis Bisa Tetap Menarik Berkat Pengaturan Elemen yang Tepat

Bagaimana Pengembang Menjaga Kelancaran Animasi Game pada Smartphone dengan Spesifikasi Berbeda?

Perkembangan Game Mobile Memperlihatkan Pentingnya Kontrol yang Mudah Dipahami Pengguna Baru

Mengapa Tata Letak Tombol dalam Game Smartphone Bisa Memengaruhi Kenyamanan Penggunaan?

Teknologi Game Digital Terus Berkembang tetapi Kejelasan Tampilan Tetap Menjadi Kebutuhan Utama

Game Mobile dan Perubahan Cara Pengembang Menghadirkan Pengalaman Interaktif di Layar Kecil

Bagaimana Pengujian Pengalaman Pengguna Membantu Memperbaiki Desain Game Digital Sebelum Dirilis?

Game Bertema Asia Memiliki Ragam Inspirasi Visual yang Tidak Hanya Berasal dari Simbol Tradisional

Mengapa Unsur Budaya dalam Game Digital Perlu Disajikan dengan Pemahaman yang Tepat?

Komunitas Game Mobile Bisa Membentuk Cara Baru dalam Mengenalkan Permainan kepada Pengguna Lain

Di Balik Sebuah Game yang Ramai Dibicarakan, Ada Peran Percakapan Digital yang Terus Berkembang

Kecerdasan Buatan Membantu Pengembang Game Memahami Masalah Teknis melalui Analisis Data

Bagaimana Tren Video Pendek Memengaruhi Cara Orang Mengenal Game Digital yang Belum Pernah Dicoba?

Perkembangan Game Digital Membuka Ruang bagi Kolaborasi antara Seniman dan Pengembang Teknologi

Mengapa Sebuah Game Bisa Memiliki Identitas Kuat tanpa Harus Mengikuti Semua Tren Visual?

Game Mobile Menjadi Bagian dari Perubahan Kebiasaan Masyarakat dalam Mengakses Hiburan Digital

Bagaimana Ulasan dan Diskusi Komunitas Membantu Pengguna Memahami Kelebihan serta Kekurangan Game?

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Animasi Berantai Dapat Membentuk Alur Permainan yang Khas

Mengapa Simbol Tradisional Masih Banyak Ditemukan dalam Desain Game Digital Masa Kini?

Perkembangan Game Mobile Mengubah Cara Pengembang Menyusun Tampilan untuk Layar Smartphone

Mahjong Ways Memiliki Pendekatan Visual yang Menghubungkan Tema Klasik dengan Hiburan Digital

Di Balik Efek Cahaya dalam Game Modern, Ada Teknik Desain yang Membantu Menonjolkan Informasi

Bagaimana Mekanisme Cascade dalam Mahjong Ways 2 Mengubah Susunan Simbol Selama Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memperlihatkan Perpaduan Menarik antara Ornamen dan Animasi Modern

Mengapa Sebagian Game Mobile Tetap Mudah Dikenali Meski Tampilan Permainan Terus Berkembang?

Mahjong Ways Menggunakan Warna Emas sebagai Bagian dari Identitas Visual yang Konsisten

Perubahan Cara Orang Menggunakan Smartphone Membawa Tantangan Baru bagi Desain Game Mobile

Mahjong Ways 2 Memadukan Efek Multiplier dengan Animasi yang Menjelaskan Perubahan Permainan

Bagaimana Desain Ikon dalam Game Digital Membantu Pengguna Mengenali Fungsi dan Informasi?

Game Mobile Modern Semakin Memperhatikan Keseimbangan antara Tampilan dan Kemudahan Navigasi

Mahjong Ways dan Pengaruh Motif Tradisional terhadap Pembentukan Karakter Visual Permainan

Mengapa Animasi yang Terlalu Ramai Bisa Mengganggu Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Komunitas Game Online Sering Membentuk Tren Baru melalui Diskusi dan Berbagi Pengalaman

Mahjong Ways 2 Memiliki Elemen Audio Visual yang Mendukung Penyajian Mekanisme Permainan

Perkembangan Teknologi Grafis Membuka Ruang Baru bagi Kreativitas Pengembang Game Mobile

Bagaimana Tema Budaya dalam Game Digital Bisa Diperkenalkan tanpa Menghilangkan Ciri Aslinya?

Game Digital Tidak Selalu Membutuhkan Tampilan Rumit untuk Memberikan Pengalaman yang Berkesan

Kasino Online di Tengah Perubahan Kebiasaan Masyarakat Mengakses Informasi Digital

Mengapa Pemahaman tentang Peluang Menjadi Penting dalam Permainan Kasino Digital?

Fenomena Kasino Online dan Tantangan Membedakan Informasi dengan Promosi

Bagaimana Kemudahan Pembayaran Digital Memengaruhi Aktivitas Kasino Online?

Di Balik Popularitas Kasino Digital, Ada Persoalan Literasi yang Jarang Dibahas

Kasino Online dan Perubahan Cara Pengguna Menilai Keamanan Platform Digital

Ketika Hiburan Berbasis Internet Menimbulkan Pertanyaan tentang Batas Pengeluaran

Memahami Pengaruh Pengalaman Menang dan Kalah terhadap Keputusan Pengguna Kasino

Mengapa Perlindungan Identitas Digital Menjadi Perhatian dalam Kasino Online?

Menelusuri Hubungan Antara Perkembangan Kasino Online dan Kesadaran Risiko Pengguna

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Dibahas dalam Fenomena Budaya Digital?

Di Balik Tampilan Kasino Digital, Ada Desain yang Memengaruhi Keputusan Pengguna

Kasino Online dan Fenomena Hiburan Instan yang Mengubah Persepsi Risiko

Bagaimana Notifikasi Digital Memengaruhi Kebiasaan Pengguna Kasino Online?

Ketika Transaksi Tanpa Uang Tunai Mengubah Cara Pengguna Melihat Pengeluaran

Mengenali Perbedaan Antara Hiburan Digital dan Perilaku Bermain Berlebihan

Kasino Digital dalam Sorotan: Mengapa Transparansi Sistem Semakin Penting?

Dari Layar Smartphone hingga Media Sosial, Bagaimana Kasino Online Diperkenalkan?

Mengapa Kemenangan Kecil Bisa Memengaruhi Cara Pandang terhadap Kasino Online?

Menelusuri Peran Konten Digital dalam Membentuk Persepsi tentang Kasino Online

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami